Produk Transaksi Politik

Nama sebagian orang sangat penting,bagaimana tidak nama adalah simbol,ciri tanda implementasi dari sebuah kekuatan,wibawa dan sebagainya, karena nama yang baik memberikan pengaruh yang baik pula,karena nama yang baik memberikan kekuatan pada yang punya. Karena nama yang baik adalah wujud dari dirinya.

Namun ada juga yang berpendapatapa arti dari sebuah nama,ia tak lebih dari formalitas belaka dan bahkan wujud dari procedural dan tanpa mengangu substansial isi yang di dalam.

Bagaimana fenomena perubahan nama?? kita ambil contoh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) nama semula berganti menjadi DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa). DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) nama semula berganti SEMA (Senat Mahasiswa).

Dalam konteks ini nama di atas mempunyai wibawa dan kekuatannya masing-masing. Dan memiliki aturan yang masing-masing pula. Dalam kondisi ini arti dari sebuah nama condong ke pengertian yang awal kita defenisikan. Tapi bagaimana kalau dari nama di atas aturan mainnya ikut digabungkan demi memaksakan keinginan yang condong kepada memaksakan aturan mainnya ??

Wajah Baru Pemerintahan Mahasiswa

 

Ada yang berbeda di dalam pemerintahan mahasiswa IAIN 2013. Yang semula keorganisasian di tataran institute ranah eksekutif bernama BEM kini berganti menjadi DEMA. Di ranah legislatifnya yang semula bernama DPM kini berganti SEMA. Di tataran fakultas pun terjadi perubahan juga sama halnya seperti di institut. Hanya di tataran jurusan yang tidak terjadi perubahan.

Perubahan ini tak terlepas dari pengaruh dan kinerja DPM dan rektorat bidang kemahasiswaan. DPM melalui paripurna memutuskan adanya pergantian nama di pemerintahan mahasiswa.Pergantian ini di nilai oleh kalangan tak berlandasankan aturan dan kondisi kekinian  mahasiswa.

BEM, DPM dan yang lainnya mempunyai aturan sendiri yang disepakti di ranah legislative mahasiswa. Aturan inidi buat dan di sepakti melalui paripurna legislative tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Senat dan Dema juga mempunyai aturan juga yang dibuat dan disepakti oleh forum PR III IAIN se-Indonesia.

Lalu di mana letak korelasi keduanya bisa bergabung ?? mungkinkah ada kejahatan pemerintahan mahasiswa dengan pihak rektorat deal-dealan dalam memuluskan pergantian ini. Ataupun sama sama mempunyai kepentingan. Entahlah yang jelas pergantian wajah pemerintahan mahasiswa benar benar berganti.

Drama dari para Lakon

 

Tahta kepemimpinan kampus ditentukan oleh pertarungan demokrasi para pelakunya yang populer kita sebut dengan pemilu raya mahasiswa. Di mana masyarakat kampus memiliki hak paling tinggi dalam menentukan nakhoda kepemimpinan.

Pelembagaan kepentingan politik mahasiswa dalam format Negara mahasiswa merupaka wadah tempat belajarnya mahasiswa dalam melakoni peran sebagai negerawan kampus. Supaya bisa belajar yang benar demi terbentuknya mental negerawan sunguhan,dan mempertajam nilai-nilai kepemimpinan.

Namun apa jadinya kalau para pelaku tak berani walau sekedar saling kritik, beradu konsep, bernarasi demi terlahirnya sesuatu yang dinamis. Ini terbukti dengan terjadinya perubahan dalam pemerintahan mahasiswa.

Lucu memang drama kali ini, Dema dan senat dalam teorinya dalam menentukan pemimpinnya di tentukan oleh keterwakilan mahasiswa yang sesuai kapasitas jumlah mahasiswa di jurusannya masing – masing. Contoh mahasiswa 100 orang bisa di wakili oleh satu orang. Dan seterusnya. Dan dalam struktur organisasinya juga pemerintahan mahasiswa langsung dihubungkan oleh garis structural dengan rektorat. Bukan garis kordinasi. Ini lah yang membuat wujud pelemahan gerakan mahasiswa. Tapi ini secara teorinya.

Sedangkan BEM dan DPM memang murni di tentukan perorangan mahasiswa. Dan garis strukturnya dengan rektorat hanya bersifat kordinasi. Dan ini jelas menampakan kekuatan bagi pemerintahan mahasiswa,

Entah dari mana rumusnya nama pemerintahan mahasiswa berganti tapi dengan catatan pakai aturan lama yaitu ormawa mahasiswa. Legislative mahasiswa tak mampu mempertahankan nama yang sudah ada. Terkesan tarik ulur dengan rektorat menghasilkan produk politik transaksi.Kita sadar dengan kepentingan temen temen mahasiswa tapi ketika kepentingan bermuara ke kurang gregetnya gerakan mahasiswa maka kita pun tidak bisa menerima semua ini.

Tahun ini hanya nama, besok dan tahun tahun berikutnya bisa jadi aturan mahasiswa yang di kadalin oleh penguasa. Pekerjaan rumah besar bagi para pelaku yang mengendalikan roda kepemimpinan mahasiswa untuk mencegah semua itu.

Dan terlepas dari apapun namanya kita menolak adanya transaksi politik demi kepentingan beberapa orang. Di era 2013 ini kita jaga sama sama nilai kritis mahasiswa jangan sampai menghasilkan produk hasil transaksi yang berlandaskan asas kepentingan golongan. Mari menghasilkan produk yang dari hasil kita mendalami kondisi kampus yang sebenarnya. Masih ada waktu berbuat demi mengembalikan hal yang sebenarnya. Sebelum masyarakat menyatakan enggan terhadap kepemimpinan kita.

RISALAH PERGERAKAN PEMUDA ISLAM

Dalam buku Risalah Pergerakan Pemuda Islam ini dibagi menjadi 14 Pasal, yaitu sebagai berikut.

1. Pasal I : Problematika Ummat, Dulu dan Kini.
2. Pasal II : Peranan Amal Thullabi dalam kebangkitan ummat dan
kepeloporannya dalam kemajuan ummat.
3. Pasal III : Siyasat (Kebijakan) Amal Thullabi yang mengontrol
gerakannya dan mengarahkannya ke arah yang benar.
4. Pasal IV : Ahdaf (Sasaran) Amal Thullabi di semua tingkatan
ditambah dengan sarana-sarananya yang beragam dan dibahas secara rinci yang meletakkan pembaca di awal perjalanan gerakan.
5. Pasal V : Kelembagaan Amal Thullabi: Lembaga
Kemahasiswaan, Ikatan Keluarga Mahasiswa, dan Kelompok Lintas Desa/Kepanduan, mencakup tujuannya, kegiatannya, dan bagaimana mengelolanya.
6. Pasal VI : Bidang Garapan Amal Thullabi, dibahas mendetil yang
mencakup aktivitas amal thullabi di SLTA, kampus, ma’had, pertukaran pelajar, asrama pelajar/mahasiswa, aktivitas bersama mahasiswi, dan da’wah di tengah para dosen.
7. Pasal VII : Tarbiyah dalam Amal Thullabi: karakteristiknya,
peranannya dalam menyatukan pemahaman, metode terpadu bagi tarbiyah siyasiyyah, peran pembahasan serta kajian dalam tarbiyah, dan terakhir adab seorang pelajar/mahasiswa terhadap Rabb-nya, dirinya, dan masyarakatnya.
8. Pasal VIII : Manajemen Amal Thullabi, membahas prinsip-prinsip
umumnya.
9. Pasal IX : Pelatihan dalam Amal Thullabi: urgensinya,
bagaimana proses pelatihan, peta pelatihan, dan ulasan singkat tentang puluhan materi pelatihan.
10. Pasal X : Media Massa dalam Amal Thullabi.
11. Pasal XI : Amal Thullabi dan Lembaga-lembaga di Masyarakat,
di antaranya: masjid, klub-klub, organisasi profesi, partai, dan NGO (Non Government Organi^ation).
12. Pasal XII : Tantangan Masa Depan: mencakup gambaran umum
tentangnya, aktivitas da’wah di situasi sulit, dan bagaimana menjaga kesinambungan generasi.
13. Pasal XIII : Pengalaman-pengalaman Penting dalam Amal
Thullabi, seperti: Lembaga Independen, Cikal Bakal Pemimpin Masa Depan, dan Forum Dialog Intelektual.
14. Pasal XIV : Amal Thullabi dan Sejarah: memberikan gambaran
kepada pembaca tentang sejarah Amal Thullabi di beberapa negara sebagai contoh gerakan, kemudian dibahas beberapa momen-momen sejarah yang penting seperti: Hari Al-Quds, dan Hari Pelajar/ Mahasiswa Sedunia.

Ekologi Tumbuhan

BAB I

PENDAHULUAN

 

I.1. Latar Belakang

Sejarah mencatat Indonesia dijajah oleh Kompeni Belanda selama 3,5 abad sejak jaman VOC hingga Hindia Belanda.  Tentunya dari rentan tahun jajahan yang cukup lama itu banyak sekali jejak-jejak peninggalan bersejarah dari jaman Kompeni dihampir seluruh tempat di Indonesia tidak terkecuali di Palembang, Sumatera Selatan.  Salah satu jejak peninggalan Kompeni Belanda di Kota Palembang adalah Taman Wisata Kambang Iwak.  Tidak tahu persis apa nama taman ini dijaman Belanda tapi yang jelas taman ini dibuat saat jaman Belanda diperuntuhkan untuk warga Belanda yang bermukim disekitaran taman tersebut sebagai saranan rekreasi keluarga.  Hal tersebut dibuktikan dengan adanya permukiman warga Belanda disekitaran Taman Wisata Kambang Iwak yang sekarang nama daerah tersebut adalah kawasan Talang Semut.  Salah satu bukti lagi bahwa kawasan Talang Semut dahulu adalah permukiman elite warga Belanda adalah bangunan mewah yang sekarang menjadi rumah dinas Walikota Palembang yang hingga sekarang masih kokoh berdiri.

Kembali ke Taman Wisata Kambang Iwak dari informasi yang terhimpun dari salah satu media mengatakan bahwa dahulu taman ini dibuat seiring dengan adanya rencana dari Residen (Walikota) Palembang saat itu yang ingin menjadikan Palembang sebagai kota taman layaknya Bandung di Jawa yang sudah lebih dahulu tenar menjadi kota taman yang asri di Hindia Belanda.  Oleh sebab itulah sekitar tahun 1900an kawasan Talang Semut dibuat seasri mungkin dengan ditanami pohon-pohon besar yang rindang kemudian dibuat pula sebuah taman sebagai tempat berkumpul dan rekreasi warga Belanda yang bermukim di Palembang, taman yang dibuat tahun 1900an itulah yang kelak menjadi Taman Wisata Kambang Iwak yang kita kenal saat ini.  Sampai saat ini pohon-pohon rindang yang ditanami Kompeni Belanda saat itu masih kokoh berdiri memberikan suasana yang begitu asri dikawasan ini ditemani dengan rumah-rumah berarsitektur kolonial disekitarannya menjadikan kawasan Talang Semut dan Taman Wisata Kambang Iwak yang ada ditengahnya sebagai salah suatu tempat favorit warga Palembang yang ingin melepas penat.

 

I.2 Tujuan

            Praktikum ekologi tumbuhan yang kami lakukan di kambang iwak (KI) Palembang, bertujuan untuk mengetahui jumlah spesies serta vegetasi tumbuhan yang ada di lingkungan kambang iwak.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1. Sejarah Kambang Iwak

Sejarah mencatat selepas Belanda angkat kaki dari Bumi Pertiwi pada tahun 1945 kawasan Talang Semut dan Taman Wisata Kambang iwak sedikit terlupakan oleh kita.  Daerah ini luput dari perhatian pemerintah padahal apabila dikelolah dengan baik kawasan bersejarah ini dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Palembang terutama bagi mereka yang haus pengetahuan sejarah khususnya sejarah Kota Palembang.  Daerah tersebut khususnya Taman Wisata Kambang Iwak pernah mengalami keterpurukan yang sangat parah, saat itu sekitar tahun 1980-1990an kawasan taman ini menjadi basecamp para Waria dan Pelacur dikota Palembang, taman tersebut menjadi tempat prostitusi masal dan tempat muda-mudi memadu kasih ilegal (maksiat) sehingga bila malam datang banyak warga yang enggan untuk datang ke tempat ini, selain itu menurut cerita orang tua saat itu pula sering ditemukan karung berisikan mayat orang korban dari Petrus (Penembak Misterius) yang marak terjadi di era orde baru dahulu.  Namun akhirnya di awal millennium (awal 2000an) semuanya berubah Kota Palembang berbenah terutama untuk menyambut PON tahun 2004 (PON pertama di luar Pulau Jawa) semua sudut Kota Palembang disulap menjadi kawasan elite, Jembatan Ampera bersolek dengan kemasan warnah cat yang baru, Kawasan Benteng Kuto Besak dirombak abis-abisan menjadi Plaza BKB yang bersih, pembangunan di Kota Palembang menjadi marak, semuanya berubah tidak terkecuali Taman Wisata Kambang Iwak.  Awal 2000an adalah momentum perubahan di Kota Palembang, pemerintah gencar mempromosikan Kota Palembang sebagai kota wisata yang wajib dikunjungi, oleh karena itu semua potensi wisata di kota tertua di Indonesia ini direnovasi habis-habisan, sehabis PON 2004 ada program VISIT MUSI 2008 kemudian hadir pula SEA GAMES 2011.  Semua kawasan di Kota Palembang tidak luput dari pembangunan salah satu daerah yang tidak boleh dilupakan adalah kawasan Talang Semut berserta Taman Wisata Kambang Iwak di tengahnya, kawasan tersebut dirombak habis-habisan, Taman Wisata Kambang Iwak yang dahulu angker dan jorok dirubah menjadi tempat yang mewah dan modern hingga sekarang menjadi tempat berkumpul wajib bagi warga Kota Palembang, rasanya belum gaul kalau tidak kumpul-kumpul di taman tersebut.

Gambar 1.  Track Jogging, salah satu fasilitas yang disediahkan di taman Kambang Iwak

Mengapa Taman Wisata Kambang Iwak begitu diminati saat ini? Jawabannya karena taman tersebut sekarang telah bertranspormasi menjadi daerah modern selain itu taman tersebut juga memang terkenal begitu asri karena dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang sangat rindang sehingga memberikan kesejukan di Kota Palembang yang terkenal panas dan juga di tengah-tengah taman terdapat danau yang bersih dilengkapi air mancur yang hidup setiap jam sepanjang hari yang dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada setiap penikmatnya.  Tidak hanya itu saja Taman Wisata Kambang Iwak juga banyak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang bisa membuat wisatawan betah berlama-lama bercengkrama di sana.  Adapun sarana dan prasarana yang ada di taman tersebut adalah trak jogging bagi anda yang ingin berolahraga, kemudian tempat duduk yang banyak terdapat dipinggiran danau taman tersebut, lalu di area taman itu juga banyak terdapat warung atau kedai makan yang menyajikan menu berharga kaki lima hingga bintang lima tersedia lengkap di areal taman ini, untuk anda yang hobi online areal taman ini juga ditunjang dengan hotspot gratisan, dan yang tidak kalah penting pula untuk masuk ke taman ini anda tidak perlu takut dipungut biaya masuk karena taman ini gratis untuk umum.  Bila malam datang taman ini pun masih ramai dikunjungi oleh wisatawan karena saat malam taman ini begitu gemerlap dengan lampu-lampu hias yang mengelilingi hampir disetiap sudut taman.

Dan yang tidak kalah penting untuk disampaikan dengan segala kelebihannya sekarang kawasan Talang Semut dan Taman Wisata Kambang Iwak sempat dijadikan tempat penilaian yang menghantarkan Kota Palembang mendapatkan penghargaan “Asean Environment Sustainable City 2008, sebagai Kota Terbersih se-Asean”.  Juga Taman Wisata Kambang Iwak sempat mendapatkan penghargaan sebagai “Taman Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Kambang Iwak (KI Family Park)”.


Gambar 2. Gemerlap Lampu Hias Di Kalah Malam
Inilah gambaran singkat tentang salah satu sudut Kota Palembang sekarang, Palembang kota kuno yang merupakan kota tertua di Indonesia sudah sewajarnya kota ini menghargai semua peninggalan bersejarah yang ada di dalamnya, potensi sejarah yang besar merupakan salah satu modal bagi Kota Palembang untuk menjadi tempat wisata andalan di Indonesia.

2.2. Lingkungan

2.2.1 Kualitas Air

Air merupakan media paling vital (penting) dalam kehidupan ikan. Selain jumlahnya, kualitas air juga membutuhkan perhatian yang paling serius agar dapat memenuhi syarat untuk mencapai kondisi air yang optimal sebagai salah satu kunci keberhasilan budidaya.

Kolam merupakan suatu genangan air kecil yang digunakan untuk pemeliharaan dan pertumbuhan ikan dengan meniru keadaan lingkungan air yang asli seperti perairan bebas (Soeseno, 1974). Perlu dijaga kualitasnya agar dapat menentukan layak tidak suatu perairan sebagai ekosistem ikan dan organisme lain sebagai pakannya (Welch, 1952). Menurut Sachlan (1982), faktor fisika dan kimia yang mendukung kehidupan plankton adalah suhu, oksigen terlarut, karbondioksida bebas, pH, dan DMA.

 

2.2.2. Sifat fisik air

2.2.2.1.   Suhu

Pada umumnya, suhu dinyatakan dengan satuan derajat Celcius (oC) atau derajat  Fahrenheit (oF). Pengukuran suhu pada kolam air dalam kedalaman tertentu dapat dilakukan dengan menggunakan reversing thermometer, thermophone, atau thermister (APHA,1976). Perubahan suhu berpengaruh terhadap proses fisika, kimia dan bilogi badan air. Suhu juga sangat berperan mengendalikan kondisi ekosistem perairan (Effendi, 2003). Menurut Susanto (2002), suhu air kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan berkisar 25–30oC. Daya toleransi organisme terhadap suhu kritis dapat berbeda untuk setiap jenisnya, sehingga perubahan suhu dapat menyebabkan peruhahan komposisi komunitas (Welch, 1952).

Perubahan suhu menurut Pescod (1973)tidak boleh lebih dari 1,70C, sedangkan suhu optimum menurut Wardoyo (1981), berkisar antara 24-260C. Fitoplankton dapat tumbuh subur pada temperatur 25-30°C terutama jika tersedia karbondioksida bebas dari nitrogen yang mencukupi(Pescod, 1973).

 

2.2.2.2. pH

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitasion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis.Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.

Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah.

pH netral tanah pada Kambang Iwak adalah 7, sebelah timur 6,4 , sebelah barat 6,0 sebelah utara 4,8, sebelah selatan 4,2, sedangkan pH air di kolam Kambang Iwak netralnya 4,47, sebelah timur 7,26, sebelah barat 7,30, sebelah utara 7,30 dan sebelah selatan 7,18.

 

2.2.2.3. Kecerahan

Kecerahan ialah penyerapan yang dihasilkan dari kekilauan sasaran penglihatan.Kecerahan air tergantung pada warna dan kekeruhan. Kecerahan merupakan transparansi perairan, yang ditentukan secara visual dengan menggunakan secchi disk. Nilai kecerahan dinyatakan dalam satuan  meter. Nilai ini sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, waktu pengukuran, dan padatan tersuspensi serta ketelitian orang yang melakukan pengukuran (Effendi,2003).

Radiasi matahari adalah komponen dasar yang penting dalam keseluruhan dinamika ekosistem air tawar. Hampir seluruh energi yang mengatur metabolisme dari perairan lentik secara langsung berasal dari energi matahari. Bahan organik terlarut pada penyerapan energi cahaya sangat terlihat. Air di perairan lentik dengan adanya peningkatan konsentrasi dan organik terlarut, tidak hanya secara drastis mengurangi transmisi cahaya tapi juga menjelaskan absorbsi cahaya secara selektif (Wetzel, 1983). Kondisi kecerahan pada kolam yang hendak digunakan untuk pemeliharaan ikan adalah lebih besar dari 10% penetrasi cahaya sampai dasar perairan (Susanto, 2002).

 

2.2.2.4.   Kedalaman

Kolam harus memiliki kedalaman yang berbeda-beda untuk dapat berfungsi dengan baik. Dasar yang dangkal di sekitar tepian dan bagian yang lebih dalam di daerah tengah merupakan kondisi yang ideal untuk kolam atau bisa juga dalam di satu sisi dan dangkal di sisi lainnya.  Daerah kolam  yang dangkal memberikan  tempat bagi  tanaman air  yang menyediakan pangan bagi ikan dan rumah bagi ikan-ikan kecil dan daerah dengan suhu yang lebih hangat akan mendorong plankton dan hewan kecil (yang menjadi pakan ikan) untuk tumbuh di daerah ini, Kedalaman kolam yang optimum adalah 100-200 cm (Asmawi, 1983).

 

2.2.2.5. Warna

Warna air dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kehadiran plankton, larutan yang tersuspensi, dekomposisi bahan organik, dan bahan-bahan mineral yang terdapat di dalam air. Warna perairan yang hijau muda disebabkan karena adanya penyerapan dan penghamburan cahaya matahari oleh Chlorella dan Dunaleilla yang keduanya termasuk fitoplankton golongan Chlorophyta (alga hijau). Terkadang juga disebabkan oleh jenis Chaemotomorpha dan Enteromorpha yang bentuknya seperti benang (Gufran, 2005).

 

2.2.2.6. Bau

Persoalan bau yang disebabkan polusi kimia dapat diselesaikan dengan cara pencarian lokasi sumber bau dan menghentikan masuknya zat kimia tersebut kedalam kolam. Disamping itu terkadang zat dasar geologi tanah area kolam seperti kandungan sulfur (belerang) dan besi yang sangat tinggi dapat pula menyebabkan bau kurang sedap. Kondisi-kondisi tersebut secara umum tidak dapat diatasi dengan aplikasi filter atau saringan (Rochdianto, 1995).Effendi (2007) menyatakan bahwa kondisi perairan yang baik untuk budidaya ikan adalah tidak berwarna dan tidak berbau.

 

2.2.3.    Sifat Kimia Kolam

2.2.3.1. Oksigen terlarut (DO)

Oksigen terlarut merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan tanaman dan hewan di dalam air. Kehidupan makhluk hidup di dalam air tersebut tergantung dari kemampuan air untuk mempertahankan konsentrasi oksigen minimal yang dibutuhkan untuk kehidupannya (Fardiaz, 2006). Kadar oksigen yang terlarut di perairan alami berbeda, tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfer. Semakin besar suhu dan ketinggian (altitute) serta semakin kecil tekanan atmosfer, kadar oksigen terlarut semakin kecil (Jeffries dan Mills, 1996 dalam Effendi, 2007).

Pada kolom air, setiap peningkatan kedalaman sebesar 10 m disertai dengan peningkatan tekanan sekitar 1 atmosfer (Cole, 1988 dalam Effendie, 2007). Kadar oksigen terlarut juga berubah-ubah secara harian (diurnal) dan musiman, tergantung pada percampuran (mixing) dan pergerakan (turbulence) masa air, aktivitas fotosintesis, respirasi dan limbah (effluent) yang masuk ke badan air (Effendi, 2007). Konsentrasi oksigen terlarut yang terlalu rendah akan mengakibatkan ikan-ikan dan binatang air lainnya yang membutuhkan oksigen akan mati (Fardiaz, 2006). Sedangkan  Soeseno (1974) menyebutkan bahwa perairan yang mengandung oksigen terlarut 5 ppm pada suhu 20-300C cukup baik utuk kehidupan ikan dan akan mencapai kejenuhan apabila kandungan oksigen sudah mencapai 7-9 ppm.

Kandungan O2 terlarut pada perairan  mengalami fluktuasi baik harian maupun musiman. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh perubahan suhu dan aktifitas fotosintesis dari tumbuhan air. O2 terlarut di dalam air mengalami fluktuasi sepanjang hari, yaitu kandungannya rendah pada waktu malam hari di mana proses respirasi terbesar terjadi dan kandungan tinggi pada waktu sore hari di mana proses fotosintesis mencapai puncaknya (Barus, 2002).

Kebutuhan oksigen ikan beragam dengan spesies dan umur ikan.  Ikan air dingin membutuhkan lebih banyak oksigen terlarut daripada ikan lainnya, mungkin karena jenis ikan yang hidup di air dingin lebih aktif dibandingkan dengan ikan yang hidup diperairan yang lebih hangat. Kisaran antara 3-6 mg/liter merupakan tingkat kritis DO untuk hampir semua jenis ikan. Di bawah 3 mg/liter, penurunan lebih lanjut hanya penting dalam kaitannya dengan munculnya kondisi anaerob lokal. Kerusakan utama terhadap ikan dan kehidupan akuatik lainnya telah terjadi pada kondisi seperti ini. Di atas 6 mg/liter, keuntungan utama dari penambahan oksigen terlarut adalah sebagai cadangan atau penyangga untuk menghadapi “shock load” buangan limbah yang membutuhkan banyak oksigen (Ilyas et al, 1990).

2.2.3.2.  Karbondioksida bebas (Co2 bebas)

Karbondioksida bebas digunakan untuk menjelaskan CO2 yang terlarut dalam air, selain yang berada dalam bentuk terikat sebagai ion bikarbonat dan ion karbonat. Karbondioksida bebas menggambarkan keberadaan gas CO2 di perairan yang membentuk kesetimbangan dengan CO2 di atmosfer (Effendi, 2007). Menurut Heru (1995), kandungan CO2 bebas dalam air untuk pemeliharaan ikan yang dibutuhkan sangat banyak, lebih banyak daripada oksigen. Kandungan CO2 maksimum dalam air masih dianggap tidak membahayakan bagi ikan adalah sekitar 25 ppm.

Namun menurut Boyd (1988) dalam Effendi (2007) kadar karbondioksida di perairan dapat mengalami pengurangan, bahkan hilang akibat proses fotosintesis, evaporasi, dan agitasi air. Perairan yang diperuntukkan bagi kepentingan perikanan sebaiknya mengandung kadar karbondioksida bebas < 5 mg/liter. Kadar karbondioksida bebas sebesar 10 mg/liter masih dapat ditolerir oleh organisme akuatik, asal disertai dengan kadar oksigen yang cukup. Sebagian besar organisme akuatik masih dapat bertahan hidup hingga kadar karbondioksida bebas mencapai sebesar 60 mg/liter.

Karbondioksida bebas dalam suatu perairan berkisar < 12 ppm. Apabila CO2 bebas ini telah habis dalam perairan, maka yang digunakan oleh organisme nabati adalah CO2 terikat (Pescod,1973).  Keracunan CO2 terjadi karena daya serap hemoglobin terhadap O2 terganggu (hemoglobin telah jenuh oleh CO2 yang mengakibatkan organisme mati lemas disebabkan sesak nafas). Kandungan CO2 dalam air yang aman tidak boleh melebihi 25 mg/L, sedangkan konsentrasi CO2 lebih dari 100 mg/L akan menyebabkan semua organisme akuatik mengalami kematian (Wardoyo, 1981).

 

2.2.3.3.  DMA

DMA (daya menggabung asam) adalah salah satu cara untuk menyatakan alkalinitas suatu perairan. Jumlah DMA yang terdapat dalam suatu perairan menunjukkan kapasitas pen yang ga atau kesuburan perairan tersebut, dan juga untuk menentukan baik buruknya perairan tersebut sebagai lingkungan hidup bagi organisme-organisme air (Soeseno, 1974). Menurut  Wardoyo (1981), DMA dalam suatu perairan dapat digunakan sebagai indikator subur atau tidaknya suatu perairan. DMA mempengaruhi pergoncangan pH sehingga perairan tersebut semakin mantap (Soeseno, 1970). Nilai alkalinitas suatu perairan dapat digunakan sebagai parameter perairan untuk menduga kesuburan (Wardoyo, 1981).

Nilai DMA yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat pertumbuhun ikan yang dipelihara. Kandungan DMA suatu perairan mempengaruhi faktor kimia dan biologi suatu perairan (Asmawi, 1983). Faktor kimia perairannya terhadap nilai pH, semakin besar kandungan DMA maka akan semakin besar pula pHnya. Faktor biologi perairannya adalah mempengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan biota yang hidup dalam perairan tersebut. Besar kecilnya nilai DMA suatu perairan dapat menunjukkan kapasitas penyangga dan tingkat kesuburannya (Siregar, 2000). Soeseno (1974), mengemukakan bahwa nilai alkalinitas yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat perkembangan organisme perairan. DMA di perairan berkisar 2,0 – 5,0 ppm dan membagi perairan menjadi empat golongan sebagai berikut :

1)      Perairan dengan DMA 0-0,5 terlalu asam dan tidak produktif sehingga tidak baik untuk pemeliharaan ikan.

2)      Perairan dengan DMA 0,5-2,0 memiliki pH belum mantap tetapi sudah dapat dipakai untuk memelihara ikan dan produktivitasnya tergolong tinggi.

3)      Perairan dengan  DMA  2,0-4,0 pH sudah agak basa, sangat produktif dan baik untuk pemeliharaan ikan.

4)      Perairan dengan DMA 5,0 maka tergolong terlampau basa sehingga kurang baik  untuk pemeliharaan ikan.

 

2.2.4. Sifat Biologi Kolam

2.2.4.1.   Plankton

Plankton adalah organisme baik tumbuhan maupun hewan yang umumnya berukuran relatif kecil (mikro), hidup melayang-layang di air, tidak mempunyai daya gerak/ kalaupun ada daya gerak relatif lemah sehingga distribusinya sangat dipengaruhi oleh daya gerak air, seperti arus dan lainnya (Nybakken, 1992 dalam Yazwar, 2008). Plankton terbagi dua jenis yakni plankton tumbuhan (fitoplankton) dan plankton hewan (zooplankton) (Newel & Newel 1977 dalam Yazwar, 2008).

Plankton pada ekosistem perairan mempunyai peranan penting, yaitu sebagai produsen primer dan konsumen primer. Plankton terdiri dari fitoplankton dan zooplankton, biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti aliran air. Fitoplankton merupakan produsen primer, sedangkan zooplanton sebagai konsumen primer, yaitu pemakan fitoplankton. Zooplankton yang berada di dalam perairan banyak ditemukan pada kecepatan arus yang rendah dan kekeruhan air yang kecil  (Barus, 2002).

Kehadiran plankton di suatu ekosistem perairan sangat penting, karena fungsinya sebagai produsen primer atau karena kemampuannya dalam mensintesis senyawa organik dari senyawa anorganik melalui proses fotosintesis (Heddy & Kurniati, 1996 dalam Yazwar, 2008).

 

2.2.4.2. Kelimpahan

Kesuburan suatu perairan antara lain dapat dilihat dari keberadaan organisme planktonnya, karena plankton dalam suatu perairan dapat menggambarkan tingkat produktivitas perairan tersebut (Sagala, 2009). Dalam ekosistem air hasil dari fotosintesis yang dilakukan oleh fitoplankton bersama dengan tumbuhan air disebut sebagai produktivitas primer. Fitoplankton hidup terutama pada lapisan perairan yang mendapat cahaya matahari yang dibutuhkan untuk melakukan fotosistesis (Barus, 2001).

Dalam pertumbuhannya fitoplankton membutuhkan nutrisi baik makro dan mikro. Elemen yang termasuk dalam makro nutrisi terdiri dari : C, H, O, N, S, P, K, Mg, Ca,Na, dan Cl, sedangkan mikro nutrisi terdiri dari Fe, Mg, Co, Zu, B, Si, Mm, dan Cu. Elemen tersebut merupakan penyusun sel plankton sama dengan sel tumbuhan (Bold & Wayne, 1985 dalam Yazwar, 2008 ).

Dari sudut ekologi, hanya satu golongan zooplankton yang sangat penting artinya, yaitu subkelas kopepoda. Kopepoda adalah Crustacea holoplanktonik berukuran kecil yang mendominasi zooplankton, merupakan herbivora primer (Nybakken, 1992 dalam Siregar, 2009). Sebagian besar zooplankton menggantungkan sumber nutrisinya pada materi organik baik berupa fitoplankton maupun detritus. Kepadatan zooplankton di suatu perairan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan fitoplankton. Umumnya zooplankton ditemukan pada perairan yang mempunyai kecepatan arus rendah serta kekeruhan air yang sedikit  (Barus, 2004 dalam Siregar 2009).

 

2.2.4.3. Keragaman

Keragaman adalah salah satu sifat komunitas yang memperlihatkan jumlah spesies organisme yang ada di dalamnya (Odum, 1971).  Keanekaragaman plankton yang tinggi mendukung tingkat tropik diatasnya, yaitu hewan karang dan ikan-ikan demersal. Kelimpahan dan distribusi zooplankton demersal dikontrol oleh planktivores, khususnya ikan (Cahoon, 1992).

Apabila indeks keragaman >2 maka perairan tersebut dikatakan tidak tercemar atau tercemar sangat ringan, bila indeks 2,0-1,6 maka perairan tersebut dikatakan tercemar ringan, apabila indeks keragaman 1,5-1,0 maka perairan tersebut dikatakan tercemar sedang, dan apabila indeks keragaman <1 maka perairan tersebut dikatakan tercemar berat (Lee et al, 1978).

 

 

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

 

3.1 Waktu dan Tempat

Pelaksanaan praktikum ekologi tumbuhan dilaksanakan pada hari senin, tanggal 28 mei 2012 pukul 08.00 WIB s.d. Selesai di Kambang Iwak (KI) Palembang.

3.2 Alat dan Bahan

Alat     : pH meter (air & tanah), alat tulis

Bahan  : –

3.3 Cara Kerja

  1. Menentukan lokasi praktikum
  2. Menyiapkan alat dan bahan untuk praktikum
  3. Mengidentifikasi jenis tumbuhan yang ada di lokasi praktikum
  4. Mengukur luas wilayah dan kedalaman air di lokasi
  5. Mengukur ph lokasi praktikum
  6. Mencatat hasil yang diperoleh
  7. Dokumentasi

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL

  • Jumlah tumbuhan yang ada dikambang iwak
NO Nama tumbuhan Nama spesies
1 Sawit Elaeis. Guineensis. jacy
2 Kelapa gading Cocosnudferavar
3 Mahoni Swietenia mahagoni
4 Glondogan PolyantheaLongitolia
5 Ceri Garcinia dioica
6 Bunga tanjung Mimusopselengi
7 Beringin Ficus benjamina L
8 Bambu Bambusa sp
9 Bunga kertas Bougainvillea spectabilis
10 Bunga asoka Sarocaindica
11 Bunga september Cyrtosta chylakka
12 Cemara duri Juniperus rigida
13 Jambu biji Psidium guajava
14 Salam Syzygium polyanthum
15 keji beling Stachhytar phetapalaefolius
16 Rumput gajah Penisetum purpureum
17 Melati air Stachhyatar phetamutabius
18 Asoka Saraca indica
19 Bunga terompet Mandevilla sanderi
20. Pandan Pandanus amaryllifolius
21. Bungathe Camellia sinensis
22. Jambu bol Syzigium malaccense

 

 

  • Jumlah tumbuhan memanjat
NO Nama tumbuhan Nama spesies
1 Anggrek air Gramatophyllum sriptum BL
2 Paku sisik naga Drymoglossum heterophylum
3 Paku pakis kelabang Nephrolepis exaltata
  • Jumlah tumbuhan lumut
NO Nama tumbuhan Nama spesies
1 Lumut kerak Lichenes
2 Lumut tanduk Antheceroptopsida sp
  • Data pH tanah dan air
No Lokasi pH
Tanah (7) Air (4,47)
1. Timur 6,4 7,26
2. Barat 6,0 7,30
3. Utara 4,8 7,30
4. Selatan 4,2 7,18
  • Kedalaman kolam dan luas wilayah

 

No Kedalaman air Luas wilayah KI
1. Tengah (4m) 3 Ha
2. Pinggir (3m)
  • Kondisi Air

Warna air kolam keruh, dan dominan hijau lumut.

4.2 PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan di kambang iwak dapat diperoleh bahwa luas daerah kambang iwak ± 3 hektar. Dengan luas daerah tersebut ada beberapa jumlah spesies yang kami temukan seperti tumbuhan paku, bunga kertas, asoka, cemara jarum, melati air, kaca beling, bambu, tanjung, Glondokan, mahoni, ceri, rumput gajah, bunga terompet, beringin, pohon sawit dan lain sebagainya.

Vegetasi berasal dari bahasa Inggris: “vegetation” dalam ekologi adalah istilah untuk keseluruhan komunitas tetumbuhan. Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tetumbuhan yang menempati suatu ekosistem. Beraneka tipe hutan, kebun, padang rumput, dan tundra merupakan contoh-contoh vegetasi. Tetapi vegetasi tumbuhan yang lebih dominan di Kambang Iwak adalah glondogan dan mahoni. Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69% sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air. Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan mengikat air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air. Selain itu juga yang sangat memungkinkan dari dominasi tanaman glodokan dan mahoni adalah sebagai tanaman pagar, karena daerahnya yang luas jadi fungsi lain dari tanaman ini adalah sebagai pembatas luas daerah kambang iwak.  Hal yang paling fungsional adalah sebagai filter atau penyaring suara, debu, bahkan bau. Pada saat hujan, tanah dan akar tanaman pun dapat berfungsi sebagai penahan air yang dapat disimpan sebagai cadangan air. Sebagai filter suara, pagar hidup yang cukup rimbun dan tinggi dapat meredam kebisingan dari lalu lalang kendaraan bermotor. Daun – daun tanaman dapat menangkap polutan – polutan di sekitarnya. Hal ini dikarenakan pada siang hari tanaman melakukan fotosintesis yang menyerap karbondioksida (CO2) dan melepaskan oksigen (O2) sehingga membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Dan di dapatkan pula tumbuhan lain/ memanjat seperti sejenis paku-pakuan dan anggrek. Ditemukan pula beberapa macam tumbuhan lumut di pepohonan seperti lumut kerak, dan lumut tanduk.

Pada taman wisata Kambang Iwak juga kondisi pH air dan tanahnya rata-rata 7 untuk air, sedangkan tanahnya berkisar antara 4-6. Karena kondisi daerah yang dekat dengan beberapa tempat singgah atau restaurant dan juga ada beberapa tempat tersebut yang limbahnya menyambangi kawasan kambang iwak sehingga tercium aroma tak sedap pada beberapa titik di daerah kambang iwak. Hal ini juga yang mungkin mempengaruhi kondisi pH tanah di kawasan kambang iwak.

 

 

BAB V

KESIMPULAN

 

 

            Dapat disimpulkan dari kegiatan praktikum di atas bahwa:

  1. Pada taman wisata Kambang Iwak banyak terdapat jenis dan macam tanaman yang tumbuh disana, diantaranya glondogan, mahoni, kelapa sawit, paku-pakuan, lumut, dan lain sebagainya.
  2. Kolam atau kambang yang ada di taman wisata Kambang Iwak air yang tampak warnanya keruh dengan kedalaman relative antara 5-8 meter.
  3. Tumbuhan yang mendominasi di taman wisata Kambang Iwak ialah pohon mahoni dan glondogan.

 

 DAFTAR PUSTAKA

Adrian Fajriansyah, 29/08/2011, Taman Wisata Kambang Iwak Palembang, http://arumaarifu.wordpress.com/2011/08/30/taman-wisata-kambang-iwak-palembang/, di akses pada tanggal 10 Juni 2012

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Mahoni, di akses pada tanggal 10 Juni 2012

 Kurniawan Riyadi,  3/26/2012, Cara Mengatasi Air Kolam Hijau/ Keruh,

http://kolambuatan.blogspot.com/2012/03/cara-mengatasi-air-kolam-hijau-keruh.html, di akses pada tanggal 3 Juni 2012

 

Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Adisucipto, 04/03/2008, Nama Ilmiah Jenis Tumbuhan, Nama Komoditas Pertanian, http://karantinaadisucipto.blogspot.com/2008/03/nama-ilmiah-jenis-tumbuhan.html, di akses pada tanggal 3 Juni 2012

 

 

Werdiningsih, Hermin (2007) KAJIAN PENGGUNAAN TANAMAN SEBAGAI ALTENATIF PAGAR RUMAH. ENCLOSURE, http://eprints.undip.ac.id/18508/, di akses pada tanggal 10 Juni 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERAN PEMUDA ISLAM DALAM MASYARAKAT

 Pemuda islam hari ini adalah gambaran masa depan islam. Apabila baik pemudanya maka akan baik pula islam di dalamnya. Dr. Syakir Ali Salim berpendapat, pemuda islam merupakan tumpuan umat. oleh karena itu existensinya sangat diperlukan di masyarakat. “Maka apakah kamu mengira, bahwa kami menciptakan kamu main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami” QS. al-Mu’minuun:115

Menurut Hasan Al-Banna, perbaikan suatu umat tidak akan terwujud kecuali dengan perbaikan individu, yang dalam hal ini adalah pemuda. Perbaikan individu (pemuda) tidak akan sukses kecuali dengan perbaikan jiwa. 
 
Perbaikan jiwa tidak akan berhasil kecuali dengan pendidikan dan pembinaan. Yang dimaksud dengan pembinaan adalah membangun dan mengisi akal dengan ilmu yang berguna, mengarahkan hati lewat do’a, serta memompa dan menggiatkan jiwa lewat instropeksi diri. Dr. Syakir Ali Salim AD berpendapat, pemuda Islam merupakan tumpuan umat, penerus dan penyempurna misi risalah Ilahiah. Perbaikan pemuda berarti adalah perbaikan umat. Oleh karena itu, eksistensinya sangat menentukan di dalam masyarakat. Beberapa ulama menggolongkan peranan pemuda Islam seperti di bawah ini : 
1. Pemuda sebagai Generasi Penerus Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun pahala amal mereka. (QS. Ath-Thur : 21) 
2. Pemuda sebagai Generasi Pengganti Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintainya (QS. Al-Maidah : 54)
 3. Pemuda Sebagai Generasi Pembaharu (Reformer) Ingatlah ketika ia (Ibrahim-pen) berkata kepada bapaknya : “wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong sedikitpun” (QS. Maryam : 42) Perbedaan jarak dan waktu bukan alasan bagi kita untuk menjadi generasi yang lemah. Contoh saja Yahya Ayyash, Imad Aqil, Izzudin Al Qasam, dan pemuda-pemuda Palestina lainnya, berkat ketangguhan, kesungguhan dan kedekatannya dengan Allah menjadikan mereka seorang mujahid muda Begitu juga dengan pemuda lainnya di berbagai tempat dan zaman. Pemuda Harapan Islam Al-Quran banyak mengisahkan perjuangan para Nabi dan Rasul a.s yang kesemuanya adalah orang-orang terpilih daripada kalangan pemuda yang berusia sekitar empat puluhan. Bahkan ada diantara mereka yang telah diberi kemampuan untuk berdepat dan berdialog sebelum umurnya genab 18 tahun. 
Berkata Ibnu Abbas r.a. “Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda sahaja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘Alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda”. Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah swt: “Mereka berkata: Kami dengan ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim: Qs. Al Anbiyaa:60, Tafsir Ibnu Katsir III/183). Tentang Nabi Ibrahim, Al-Quran lebih jauh menceritakan bahawa beliau telah berdebat dengan kaumnya, menentang peribadatan mereka kepada patung-patung. Saat itu beliau belum dewasa. Sebagaimana firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Ibrahim kepandaian sejak dahulu (sebelum mencapai remajanya) dan Kami lenal kemahirannya. Ketika dia berkata:’Sungguh kalian dan bapak-bapak kalian dalam kesesatan yang nyata’. Mereka menjawab:’ Apakah engkau membawa kebenaran kepada kami, ataukah engkau seorang yang bermain-main sahaja? Dia berkata: Tidak! Tuhan kamu adalah yang memiliki langit dan bumi yang diciptakan oleh-Nya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu”. Qs. Al Anbiyaa:51-56. Perlu ditekankan bahawa para Nabi a.s itu hanya diutus untuk mengubah keadaan, sehingga setiap Nabi yang diutus adalah orang-orang terpilih dan hanya daripada kalangan pemuda (syabab) sahaja. Bahkan kebanyakan daripada pengikut mereka daripada kalangan pemuda juga (meskipun begitu ada juga pengikut mereka itu terdiri daripada mereka yang sudah tua dan juga yang masih kanak-kanak. “Ashabul Kahfi”, yang tergolong sebagai pengikut nabi Isa a.s adalah sekelompok adalah sekelompok anak-anak muda yang usianya masih muda lagi yang mana mereka telah menolak untuk kembali keagama nenek moyang mereka yakni menyembah selain Allah. Disebabkan bilangan mereka yang sedikit (hanya tujuh orang), mereka telah bermuafakat untuk mengasingkan diri daripada masyarakat dan berlindung di dalam sebuah gua. Fakta ini diperkuatkan oleh Al-Quran di dalam surah Al-Kahfi ayat 9-26, diantaranya: “(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat perlindungan (gua) lalu berdoa: ‘Wahai uhan kami berikanlah rahmat depada kami dari sisi-Mu dan tolonglah kami dalam menempuh langkah yang tepat dalam urusan kami (ini) (10)…Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad saw) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka (Sang Pencipta) dan Kami beri mereka tambahan pimpinan (iman, taqwa, ketetapan hati dan sebagainya) (13). Junjungan kita Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul tatkala baginda berumur 40 tahun. Pengikut-pengikut baginda pada generasi pertama kebanyakannya juga daripada kalangan pemuda, bahkan ada yang masih kecil. Usia para pemuda Islam yang dibina pertama kali oleh Rasulullah saw di Daarul Arqaam pada tahap pembinaan, adalah sebagai berikut: yang paling muda adalah 8 tahun, iaitu Ali bin Abi Thalib dan Az-Zubair bin Al-Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, 11 tahun, Al Arqaam bin Abil Arqaam 12 tahun, Abdullah bin Mazh’un berusia 17 tahun, Ja’far bin Abi Thalib 18 tahun, Qudaamah bin Abi Mazh’un berusia 19 tahun, Said bin Zaid dan Shuhaib Ar Rumi berusia dibawah 20 tahun, ‘Aamir bin Fahirah 23 tahun, Mush’ab bin ‘Umair dan Al Miqdad bin al Aswad berusia 24 tahun, Abdullah bin al Jahsy 25 tahun, Umar bin al Khathab 26 tahun, Abu Ubaidah Ibnuk Jarrah dan ‘Utbah bin Rabi’ah, ‘Amir bin Rabiah, Nu’aim bin Abdillah, ‘ Usman bin Mazh’un, Abu Salamah, Abdurrahman bin Auf dimana kesemuanya sekitar 30 tahun, Ammar bin Yasir diantara 30-40 tahun, Abu Bakar Ash Shiddiq 37 tahun. Hamzah bin Abdul Muththalib 42 tahun dan ‘Ubaidah bin Al Harith yang paling tua diantara mereka yaitu 50 tahun. Malah ratusan ribu lagi para pejuang Islam yang terdiri daripada golongan pemuda. Mereka memperjuangkan dakwah Islam, menjadi pembawa panji-panji Islam, serta merekalah yang akan kedepan menjadi benteng pertahanan ataupun serangan bagi bala tentera Islam dimasa nabi ataupun sesudah itu. Mereka secara keseluruhannya adalah daripada kalangan pemuda, bahkan ada diantara mereka adalah remaja yang belum atau baru dewasa.  Terdapat satu peristiwa yang sangat menarik untuk renungan para pemuda di zaman ini. Peristiwa ini selengkapnnya diceritakan oleh Abdurrahman bin Auf: “Selagi aku berdiri di dalam barisan perang Badar, aku melihat kekanan dan kekiri ku. Saat itu tampaklah olehku dua orang Anshar yang masih muda belia. Aku berharap semoga aku lebih kuat daripada mereka. Tiba-tiba salah seorang daripada mereka menekanku sambil berkata: ‘Wahai pakcik apakah engkau mengenal Abu Jahal ?’ Aku menjawab: ‘Ya, apakah keperluanmu padanya, wahai anak saudara ku ?’ Dia menjawab: ‘ Ada seorang memberitahuku bahawa Abu Jahal ini sering mencela Rasulullah saw. Demi (Allah) yang jiwaku ada ditangan-Nya, jika aku menjumpainya tentulah tak kan kulepaskan dia sampai siapa yang terlebih dulu mati antara aku dengan dia!” Berkata Abdurrahman bin Auf: ‘Aku merasa hairan ketika mendengarkan ucapan anak muda itu’. Kemudian anak muda yang satu lagi menekan ku pula dan berkata seperti temannya tadi. Tidak lama berselang daripada itu aku pun melihat Abu Jahal mundar dan mandir di dalam barisannya, maka segera aku khabarkan (kepada dua anak muda itu): ‘Itulah orang yang sedang kalian cari.” Keduanya langsung menyerang Abu Jahal, menikamnya denga pedang sampai tewas. Setelah itu mereka menghampiri Rasulullah saw(dengan rasa bangga) melaporkkan kejadian itu. Rasulullah berkata: ‘Siapa di anara kalian yang menewaskannya?’ Masing-masing menjawab: ‘sayalah yang membunuhnya’. Lalu Rasulullah bertanya lagi: ‘Apakah kalian sudah membersihkan mata pedang kalian?’ ‘Belum’ jawab mereka serentak. Rasulullah pun kemudian melihat pedang mereka, seraya bersabda: ‘Kamu berdua telah membunhnya. Akan tetapi segala pakaian dan senajta yang dipakai Abu Jahal(boleh) dimiliki Mu’adz bin al Jamuh.” (Berkata perawi hadits ini): Kedua pemuda itu adalah Mu’adz bin “afra” dan Mu’adz bin Amru bin Al Jamuh” (Lihat Musnad Imam Ahmad I/193 . Sahih bukhari Hadits nomor 3141 dan Sahih Muslim hadits nombor 1752. Pemuda seperti itulah yang sanggup memikul beban dakwah serta menghadapi berbagai cobaan dengan penuh kesabaran. Allah SWT berfirman: “Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama beliau, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka.  Jadi Islamlah yang berhak memimpin dunia ini seperti dulu pernah tejadi. Rasulullah SAW bersabda: “Perkara ini (iaitu Islam) akan merebak ke segenap penjuru yang ditembus malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumahpun, baik gedung maupun gubuk melainkan Islam akan memasukinya sehingga dapat memuliakan agama yang mulia dan menghinakan agama yang hina. Yang dimuliakan adalah Islam dan yang dihinakan adalah kekufuran. “(HR ibnuHibban no. 1631-1632)
Inilah misi dan tanggung jawab generasi Islam di masa kini, iaitu mengembang dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin untuk menghidupkan Islam kembali. Hanya pemuda-pemuda Islamlah yang mampu mensukseskan rencana tersebut. Banyak di antar pemuda sekarang yang telah bangkit, sedar dan bangun dari tidurnya bahawa Islamlah satu-satunya pandangan hidup mereka. Timbul dorongan besar dalam diri mereka untuk memperjuangkan islam, bersama gerakan-gerakan Islam yang saat ini sudah ada di seluruh dunia Islam yang jumlahnya sudah mencapai ratusan dan anggotanya kebanyakan adalah dari kalangan pemuda. Inilah masa kebangkitan pemuda Islam. Persatuan dunia Islam dan tegaknya kembali panji Laa Ilaha Illallaah MuhammadurRasululllah ada di hadapan mereka.

Laporan Praktikum Histologi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

 

Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.

Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari – sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa – sisa makanan melalui anus. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh sedangkan sistem tubuh adalah gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan fungsi tertentu.

Macam-Macam Dan Jenis-Jenis Sistem Pada Badan Manusia

  1. Sistem Ekskresi
  2.  Sistem Pernapasan / Sistem Pernafasan
  3.  Sistem Pencernaan
  4.  Sistem Peredaran / Transportasi
  5.  Sistem Reproduksi
  6.  Sistem Otot
  7.  Sistem Syaraf/ Sistem Saraf
  8.  Sistem Endoktrin
  9.  Sistem Rangka

 

 

 

 

 

 

1.2  Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan praktikum ini adalah untuk mengetahui histologi Oesofagus, duodenum, ileum, jejunum, cecum, colon, phylorus dan pancreas, yang merupakan organ-organ dalam sistem pencernaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kerongkongan (Oesophagus)

Disebut juga oesophagus, dari kata oiso=bawa, dan phagelon= makanan. Bagian saluran pencernaan ini merupakan tabung otot yang berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Ia juga diliputi oleh epitel berlapis gepeng tanpa tanduk. Terdiri dari 4 lapisan:

  1. Tunica mucosa
  2. Tunica submucosa
  3. Tunica muscularis
  4. Tunica serosa

 

Tunica mucosa dibina atas jaringan epitel, yang terdiri dari sel-sel berlapis banyak dan mengelupas, tetapi tidak menanduk. Di bawah lamina propria ada lapisan tambahan, disebut tunica muscularis-mucosa, dibina atas serat-serat otot polos yang letaknya memanjang dan melingkar. Lamina propria membentuk tonjolan-tonjolan rendah, sehingga tunica ini jadi bergelombang. Jika makanan lewat gelombang itu hilang dan lumen membuka besar.

Tunica submucosa terdiri dari jaringan ikat dengan serat kolagen dan elastic, dengan banyak pembuluh darah serta urat saraf. Tunica muscularis terdiri dari dua lapis otot polos: sebelah luar berupa serat otot memanjang, sebelah dalam berupa serat otot melingkar. Tunica serosa terdiri dari jaringan ikat renggang yang mengandung banyak jaringan lemak, pembuluh darah dan urat saraf. Lapisan ini relative tebal jika dibandingkan dengan saluran pencernaan yang diposteriornya.

 

Usus Dua Belas Jari (Duodenum)

Usus dua belas jari (bahasa Inggris: duodenum) adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan.Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus. Secara histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot.

Usus dua belas jari (duodenum) adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.

Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.

Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus. Secara histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot.

Usus dua belas jari dibagi menjadi empat bagian untuk mempermudah pemaparan. Bagian pertama, yaitu pars suoerior dimulai dari akhir pilorus. Kemudian saluran akan membelok ke lateral kanan. Bagian ini memiliki panjang 5 cm. Bagian terakhir, pars ascendens berbentuk saluran menaik dan berakhir pada awal usus kosong (jejunum).

 

Usus Kosong (Jejunum)

Usus kosong atau jejunum (kadang-kadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium.

Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan usus kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti “lapar” dalam bahasa Inggris modern. Arti aslinya berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang berarti “kosong”.

 

Usus Penyerapan (Ileum)

Usus penyerapan (bahasa Inggris: ileum) adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Usus Buntu (Cecum)

Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, “buta”) dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.

Usus buntu dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis, Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) di mana memiliki/berisi kelenjar limfoid.

 

Usus Besar (Colon)

Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan “kolon kanan”, sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan “kolon kiri”.

Fungsi usus besar yaitu

  1. menyimpan dan eliminasi sisa makanan,
  2. menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, dengan cara menyerap air
  3. mendegradasi bakteri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secara makroskopis usus besar dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu sekum, kolon asenden, kolon transversus, kolon desenden, sigmoid, dan rektum. Keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis. Karakteristik utama pada sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti usus halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk tubuli sederhana, tidak memiliki sel granuler asidofilik (sel Panneth), dan memiliki jumlah nodul limfatik yang banyak.

Gambaran histologis usus besar secara umum yaitu mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan lebih lurus pada tunika mukosa dibandingkan dengan usus halus. Epitel usus besar berbentuk silinder dan mengandung jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus  Lamina propria usus besar terdiri atas jaringan ikat retikuler dan nodulus limfatikus. Seperti pada usus halus, tunika muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan sirkular sebelah dalam dan lapisan longitudinal sebelah luar. Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar, lemak, dan pleksus Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa terdapat tunika muskularis eksterna dan tunika serosa. Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium dan jaringan ikat subserosa.

Suplai pembuluh darah untuk usus besar berasal dari arteri mesenterica inferior dan superior. Pembagian suplai darah usus besar yaitu sebagai berikut:

  1. sekum, kolon asenden, dan kolon transversus proksimal disuplai oleh cabang dari arteri mesenterica superior,
  2. kolon transversus distalis, kolon desenden, kolon sigmoid dan rektum bagian atas disuplai oleh cabang dari arteri mesenterica inferior,
  3. sisa rektum disuplai oleh arteri rektalis tengah dan inferior yang merupakan cabang dari arteri iliaca interna dan arteri pudenda interna

Peradangan pada usus besar kolitis. Beberapa indikator terjadinya peradangan pada usus yaitu vili usus menjadi lebih panjang, dinding usus menebal, dan jumlah jaringan limfatik menjadi lebih banyak. Berdasarkan gambaran histopatologi, pada peradangan akut terjadi edema di lamina propia disertai infiltrasi leukosit dalam jumlah yang ringan dan didominasi neutrofil. Selain itu, ruang antar vili dan kripta menjadi lebih lebar. Pada infeksi kronis, infiltrasi sel radang didominasi limfosit dan sel plasma, serta penyebaran kripta menjadi lebih lebar karena berisi leukosit dan sel debris. Dalam beberapa kasus, dapat terjadi inflamasi akut dan kronis secara bersamaan disertai nekrosa, trombosis, dan mineralisasi

 

Pilorus

Pilorus ialah lubang antara perut dan usus  adalah daerah perut bahwa sambungkan ke duodenum (permulaan usus halus). Itu yang dibagi menjadi dua bagian:

 

* antrum yang pyloric, yang sambungkan ke tubuh dari perut.

* saluran yang pyloric, yang sambungkan ke duodenum.

 

Sfingter pilorus, atau klep, adalah suatu cincin?arena yang kuat otot licin pada akhir saluran yang pyloric dan menyilahkan makanan lewat dari perut ke duodenum. Itu menerima inervasi simpatik dari pusat saraf celiac.

 

Pankreas

Mirip kelenjar ludah bawah lidah, sehingga disebut juga kelenjar lidah perut. Salurannya bermuara ke duodenum, dekat muara saluran empedu dari kandung empedu. Terdiri atas dua jeis kelenjar: endokrin dan eksokrin. Sebagai endokrin menghasilkan insulin dan glukagon, keduanya hormon yang berfungsi untuk metabolisme karohidrat. Hormon itu dihasilkan dalam pulau Langerhans, yang terdapat bersebar di antara kelenjar eksokrin.

Sebagai kelenjar eksokrin alat ini dibian atas banyak lobuli. Tiap lobulus mengandung acini majemuk. Di bawah mikroskop tampak pada sediaan alat ini, bahwa pada beberapa tempat di antara acini ada kelompok sel yang tak teratur, itulah pulau Lengerhans. Antara lobuli ditemukan tumpukan jaringan lemak dan serat jaringan ikat yang menyalut alat ini. Sel acini menggetahkan cairan yang mengandung enzim protease, nuklease, amilase dan lipase.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

 

3.1 Waktu dan Tempat

Pelaksanaan praktikum histologi dilakukan pada hari Selasa, 26 April 2011 pukul 13.30 WIB dan berlanjut kembali pada hari Selasa, 3 Mei 2011 dan Rabu, 4 Mei 2011 pada pukul 13.30 WIB di laboratorium Biologi jurusan Tadris MIPA Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.

 

3.2 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan praktikum ini adalah sebagai berikut, Alat: Mikroskop Cahaya, Pena, Pensil, Penggaris, Penghapus pensil, Buku panduan/ Literatur, Buku tulis, Kertas HVS, Bahan : Preparat oesofagus, duodenum, ileum, jejunum, cecum,colon,  phylorus, pankreas.

 

3.3 Cara Kerja

  1. Siapkan mikroskop cahaya dan sediaan preparat jadi.
  2. Siapkan peralatan kerja seperti, pensil, kertas/buku, penggaris, penghapus pensil, dll.
  3. Pilihlah beberapa preparat jadi yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Preparat tersebut diantaranya ialah, oesofagus, duodenum, ileum, jejunum, cecum, colon, phylorus, dan pankreas.
  4. Lalu letakkan salah satu preparat ke meja benda yang ada di mikroskop.
  5. Atur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif sehingga mengubah perbesaran.
  6. Atur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
  7. Atur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) untuk menaikkan dan menurunkan object glass, sedangkan horizontal feed knob (sekrup pengatur horizontal) untuk menggeser object glass ke kanan dan ke kiri, serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) untuk menaik turunkan meja benda (untuk mencari fokus) secara kasar dan cepat, dan juga fine focus knob (sekrup fokus halus) untuk menaik turunkan meja benda secara halus dan lambat.
  8. Bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
  9. Jika selesai, maka pindahkan gambar objek tadi ke kertas HVS dan digambar kembali dengan rapi untuk diberi keterangan-keterangannya.
  10. Untuk semua preparat berlaku perlakuan 1-9.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Gambar

Keterangan

Oesofagus

Perbesaran 10 X 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Lamina propria
  2. Lumen
  3. Noncornified stra saepi

 

Duodenum

Perbesaran 10 X 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kelenjar submucosa
  2. Otot polos

 

 

Gambar

 

 

Keterangan

Ileum

Perbesaran 10 X 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Mikrovilli
  2. Sel goblet

Jejunum

Perbesaran 10 X 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Villus/villi
  2. Mucosa
  3. Crypts

 

 

 

 

 

Gambar

Keterangan

Cecum

Perbesaran 10 X 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Sementum
  2. Osteoklas
  3. Venula
  4. Osteosit

 

Colon

Perbesaran 10 X 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Sel goblet
  2. Kriptus
  3. Otot
  4. Muskularis mukosa

 

 

 

 

 

Gambar

Keterangan

Phylorus

Perbesaran 10 X 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Neck
  2. Lymph nodule
  3. Submucosa
  4. Muscularis mucosae

Pankreas

Perbesaran 10 X 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Centro acinar cells
  2. Acinar cells
  3. Intercalated duck

 

 

 

 

4.2 Pembahasan

                 Sebelum melakukan praktikum/ pengamatan terhadap beberapa preparat tersebut, kami terlebih dahulu memilih beberapa preparat yang bersangkutan dengan sistem pencernaan ialah 8 preparat dari semua preparat yang tersedia. Dalam pengamatan ini kami menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 4 X 10, kesulitan yang dialami pada saat melakukan pengamatan ialah mengatur  coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan fine focus knob (sekrup fokus halus) karena sering berubah fokusnya sehingga sulit ketika melakukan penggambaran objek yang sedang diamati.

Untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas, maka kami melakukan perbesaran hingga 10 X 10 agar setiap bagian yang telah di amati dan digambar dapat diberi keterangan yang sesuai.

Preparat yang kami amati pada oesofagus, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Lamina propria

Lapisan jaringan ikat di bawah lapisan lender yang berisi kelenjar lendir dan enzim.

  1. Lumen

Tempat terbuka atau rongga tengah sesuatu sel.

  1. Noncornified stra saepi

 

 

Pada preparat duodenum, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Kelenjar submucosa

Bawah lapisan lendir saluran-saluran dalam tubuh. Lapisan ini mengandung serat jaringan ikat dan sedikit otot polos; lapisan dibawah mukosa.

  1. Otot polos

Kontraksi di bawah saraf autonom (tak sadar) terdapat pada bagian dalam tubuh, terutama yang membina otot alat dalam.

 

 

 

Pada preparat ileum, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Mikrovilli

adalah benang-seperti proses sel, yang meningkatkan permukaan sel dan dengan demikian melayani untuk meningkatkan transfer massa. Mikrovili terutama dalam (hewan) sel-sel epitel (misalnya di usus, ginjal, rasa tunas, rahim, ovum) yang hadir.

  1. Sel goblet

Suatu sel kelenjar yang menghasilkan getah yang mengandung hasil lendir.

 

Pada preparat jejunum, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Villus/villi

Suatu tonjolan halus khrion embrio.

  1. Mucosa

Selaput lendir; lapisan jaringan yang membatasi rongga saluran cerna dan saluran napas.

  1. Crypts

Lekuk kecil di dalam selaput lendir yang tertutupoleh epitel.

 

Pada preparat cecum, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Sementum

Lapisan tipis antara dentin dan membrane periodont pada akar gigi.

  1. Osteoklas

adalah jenis sel tulang yang menghilangkan jaringan tulang dengan menghapus matriks mineral dan putus tulang organik (berat kering organik adalah 90% kolagen). Proses ini dikenal sebagai resorpsi tulang.

  1. Venula

adalah salah satu dari lima jenis pembuluh darah ( arteri , arteriola , kapiler , venula dan vena ) melalui yang mulai mengembalikan darah ke jantung setelah melalui kapiler. Venula adalah pembuluh darah kecil yang membawa darah dari kapiler ke dalam vena.

 

 

  1. Osteosit

merupakan komponen sel utama dalam jaringan tulang. Mempunyai peranan penting dalam pembentukan matriks tulang dengan cara membantu pemberian nutrisi pada tulang.

 

Pada preparat colon, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Sel goblet

Suatu sel kelenjar yang menghasilkan getah yang mengandung hasil lendir.

  1. Kriptus
  2. Otot

Jaringan berbentuk kenyal pada tubuh manusia dan hewan yang berfungsi menggerakkan organ tubuh.

  1. Muskularis mukosa

adalah lapisan tipis otot polos yang ditemukan di sebagian besar saluran pencernaan, terletak di luar lamina propria mukosa dan submukosa memisahkannya dari itu. Para mukosa muskularis terdiri dari beberapa lapisan tipis dari serat otot polos yang berorientasi dengan cara yang berbeda yang menjaga permukaan mukosa dan kelenjar yang mendasari dalam keadaan konstan agitasi lembut untuk mengusir isi kriptus kelenjar dan meningkatkan kontak antara epitel dan isi lumen.

Pada preparat phylorus, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Neck
  2. Lymph nodule

kelenjar getah bening adalah bola kecil atau organ berbentuk oval dari sistem kekebalan tubuh, didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh termasuk ketiak dan perut / usus dan dihubungkan oleh pembuluh limfatik. Kelenjar getah bening yang garnisun dari B, T, dan sel kekebalan lainnya. Kelenjar getah bening ditemukan semua melalui tubuh, dan bertindak sebagai filter atau trap untuk partikel asing. Mereka adalah penting dalam berfungsinya sistem kekebalan tubuh. Mereka yang dikemas erat dengan sel-sel darah putih yang disebut limfosit dan makrofag.

 

 

  1. Submucosa

Terdiri dari jaringan ikat fibro-elastis dan jaringan lemak. Mengandung pembuluh darah besar-besar dan simpul saraf Meissner.

  1. Muscularis mucosae

adalah lapisan tipis otot polos yang ditemukan di sebagian besar saluran pencernaan, terletak di luar lamina propria mukosa dan submukosa memisahkannya dari itu. Para mukosa muskularis terdiri dari beberapa lapisan tipis dari serat otot polos yang berorientasi dengan cara yang berbeda yang menjaga permukaan mukosa dan kelenjar yang mendasari dalam keadaan konstan agitasi lembut untuk mengusir isi kriptus kelenjar dan meningkatkan kontak antara epitel dan isi lumen.

 

Pada preparat pankreas, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Centro acinar cells

Suatu sel yang tidak beraplikasi ke endometrium induk

  1. Acinar cells

Acinar cells atau Centroacinar sel yang berbentuk gelendong sel dalam pankreas eksokrin. Sel Centroacinar merupakan perpanjangan dari sel-sel duktus interkalat ke setiap acinus pankreas Saluran diselingi mengambil bikarbonat untuk saluran intralobular yang menjadi saluran lobular.. Saluran ini lobular akhirnya bertemu untuk membentuk saluran pankreas utama.
Sel-sel ini dikenal sebagai sel duktus, dan mengeluarkan larutan bikarbonat berair di bawah rangsangan oleh secretin hormon. Mereka juga mensekresikan musin.

  1. Intercalated duck

Setiap saluran yang mengalirkan cairan tubuh, rembesan kelenjar atau unsure-unsur dari suatu sistem ke sistem lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

  Sistem perncernaan adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan proses makanan sehingga dapat diserap dan digunakan oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, rektum, hati dan pankreas.

Preparat yang kami amati pada oesofagus, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Lamina propria
  2. LumenNoncornified stra saepi

Pada preparat duodenum, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Kelenjar submucosa
  2. Otot polos

Pada preparat ileum, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Mikrovilli
  2. Sel goblet

Pada preparat jejunum, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Villus/villi
  2. Mucosa
  3. Crypts

Pada preparat cecum, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Sementum
  2. Osteoklas
  3. Venula
  4. Osteosit

Pada preparat colon, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Sel goblet
  2. Kriptus
  3. Otot
  4. Muskularis mukosa

 

Pada preparat phylorus, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Neck
  2. Lymph nodule
  3. Submucosa
  4. Muscularis mucosae

 

Pada preparat pankreas, ditemukan bagian-bagian berikut:

  1. Centro acinar cells
  2. Acinar cells
  3. Intercalated duck

 

 

 

Di Balik Puing-puing Sampah pun Masih Ada Sebuah Harapan

Adzan subuh baru berkumdang,mata nya sudah lama terbuka lekas menunanikan kewajiban nya. Memakai pakaian lusuh yang setiap hari menemani mencari sebuah kehidupan. Karung kosong dan sebilah kail sudah siap ditangan. Dan tak lupa sepasang sandal jepit dan sebuah harapan pergi menuju ,kehidupan baru yang segera di mulai.

 

Ada harapan di setiap langkah, berharap ada kehidupan di balik setiap TONG yang akan dilewati. Mengais-gais di setiap tumpukan, bermandikan dengan aroma kehidupan. Berlumur dengan yang sebagian orang mengangap tak ada arti nya lagi dan menjadi sisa. Tapi tak berlaku untuk nya ada sebuah harapan dan kehidupan di setiap lembaran dan tumpukan nya.

 

 

Begitu banyak waktu yang telah bergulir, dan sebanyak itu juga dilewati nya dengan aktifitas seperti ini. Berlomba dengan hewan dan makhluk lain nya mengais sebuah harapan yang sama-sama ada kehidupan nya di situ. sama-sama Ada kebahagian di dalamnya.

 

 

Tak banyak hal yang bisa kita sadari,dibalik lembaran sampah yang menumpuk. Ada kehidupan di situ. Begitu banyak orang yang bisa makan dari aktifitas semacam ini. Lembaran nya memberikan kebahagian, memberi senyum memberi arti, di segenap bergulir nya waktu ia membuat kehidupan,memberi ruang untuk bernafas dan menikmati anugerah yang telah di gulirkan.

 

 

Tak sedikit pun kata – kata mengeluh terdengar yang keluar dari sela-sela bibir nya,meronta pada kehidupan yang ada. Karena ini lebih dari cukup apa yang telah Ia berikan kepada kita. Ini lah cerita di dalam kehidupan yang semuanya ada peran masing-masing, yang terlepas dari apapun peran kita di dunia ini. Apa yang layak dan pantas kita berikan untuk semua sendi kehidupan sebagai amalan terbaik nya kelak di kehidupan sesudah ini.

 

 

Lihat dirimu, lihat lah diri kita. Begitu banyak potensi yang seharus nya kita berikan pada kehidupan ini. Potensi itu kita pendam dan lebih memilih untuk ego memikirkan dan memperhatikan diri sendiri, tampa mau memberi dan berbagi. Terlalu sayang diri kita hanya bisa bermanfaat hanya untuk kita sendiri. Padahal begitu banyak yang orang lain harapkan  dari diri kita.

 

 

Sampah pun, dengan sisa kelebihan yang ia miliki, dirinya masih bisa memberi dan berbagi. Beribu-ribu bahkan berjuta-juta yang bisa hidup dari setiap lembaran yang ia miliki. Dan diri kita lebih dari itu. Pertanyaan nya kenapa terkadang kita tidak bisa berperan lebih dari apa yang di lakukan sampah tersebut.Keadaan kita lebih baik dari pada apa yang di rasakan sampah saat ini, tapi terkadang kenapa berbanding terbalik dengan sampah nya, kita begitu banyak mengeluh dan menuntut yang macam-macam dari kehidupan ini. Tampa bisa memberi arti lebih dari apa yang ada. Ini lah dinamika atas tidak mengertian kita terhadap hidup yang diberikan. Tak banyak yang dapat kita lakukan di hidup ini, tapi kalau soal mengkritisi dan mencari kesalahn orang lain kita berada di posisi depan untuk menjatuhkannya. Padahal kita sedikitpun tak bisa menyamai apa yang mereka perbuat.

 

 

Hari ini kita belajar dari lembaran sampah-sampah ini. Sampah yang membelajarkan dan mendewasakan bagi pribadi kita. Ternyata lembaran sampah yang ada di tempat kost, kantor tempat kuliah, dan sebagai nya yang selalu  kita anggap sebagai biang kekotoran ternyata ia bisa memberikan kata lebih dari apa yang telah kita gelarkan tadi pada dirinya. Dan bagai mana dengan diri kita sendiri yang katanya bersih, yang pintar yang hebat dan semua yang bagus yang sempat kita semat kan kepada diri kita atau pun yang kita semat kan kepada orang-orang yang selalu kita junjung tinggi karena prestasi nya yang membanggakan. Apa yang bisa kita perbuat dan kita lakukan dengan makna yang lebih dari apa yang di lakukan sampah ? biarkan hati kecil mu berkata jujur untuk mengungkapkan nya ! terkadang kita pun tak lebih dari sampah ataupun rendah dari itu, dengan sikap diam kita yang tak selalu ingin memberi arti terhadap sebuah kehidupan. Terkadang juga kita merasa tak layak berada pada saat ini dengan peran seperti ini juga. Karena tak banyak yang kita lakukan untuk memberi  yang terbaik dari apa yang kita miliki.

 

 

Tuhan menciptakan semua nya tampa kesia-siaan hanya diri kita terkadang yang banyak membuat nya menjadi sia-sia dan tak bearti. Bukan perbaikan dan perbuatan yang kita lakukan hanya kecarut marutan yang ada. Ini kita belajar dari pencari sampah dan sampah itu sendiri. Begitu sunguh-sunguh nya mereka berbuat dengan apa adanya mereka lakukan. Demi tercipta kebersihan, keramahan dan kehidupan untuk senyum di esok hari..

 

 

Waktu telah membuka kembali mata kita hari ini dari tidur panjang yang kita lakukan semalam, bertanda ada sebuah kesempatan kembali untuk berbenah dan berbuat lebih baik lagi. Tak kita sadari hati kecil kita selalu berkata jujur atas perbuatan kita yang sering kita lakukan dengan kesalahan. Sekarang jangan kita tutupi lagi hati kecil kita untuk mengungkapkan kebaikan dan kebenaran untuk diri kita, biarkan ia teriak sekuat mungkin untuk diri kita. Sehingga kelak apa yang kita lakukan dan perbuat dapat bearti selayak sampah yang ia lakukan.

 

 

Dan yang merasa diri nya berbuat selama ini, mari kita pertanyakan ke dalam diri kita lagi apa memang benar-benar ada yang kita perbuat selama ini. Apakah ia benar menjadi kehidupan untuk orang lain ? jangan-jangan kita melakukan nya hanya untuk kepentingan diri kita sendiri juga. Untuk saat ini mari kita berbuat lebih dan membuat makna baru tentang kehidupan ini. Kita berjanji atas segenap kehidupan untuk memberikan yang terbaik terhadap yang kita miliki. Dan selalu berbagi terhadap siapa yang membutuhkan nya . karena sekecil apapun yang kita perbuat ada hal yang membesar yang akan kita dapat kan di kehidupan yang akan mendatang. Berbahagialah terhadap apa yang kita rasakan saat ini karena itu bukan suatu hal yang buruk untuk mu. Dan bersyukurlah apa yang engkau rasakan saat ini karena belum tentu terbaik untuk mu.

 

 

Waktu tak pernah menjamin kita akan menjadi seperti malaikat terus menerus, dan samaph pun tak kan pernah juga menjadi kotoran terus menerus, semua nya bisa berubah. Tapi dengan berubah nya kita nanti jangan lupa berikan semua nya untuk kehidupan. Karena kita di utus untuk berbuat dan melakukan yang terbaik atas semua anugerah yang di titipkan kepada diri kita.

 

 

Siang pun mengantikan pagi yang lirih, sambil membawa sebungkus nasi di tangan, lekas pergi untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga, anak-anak dan istri telah menungguh kehangatan kehadiran nya. Untuk makan bersama-sama dan menikmati anugerah tuhan yang begitu besar mereka rasakan. Dengan tertunduk aku sadar Di balik puing-puing  sampah pun masih adasebuah harapan.

Pemuda dan Peradaban Itu

Suatu Negara itu masih memiliki harapan,

Ketika kita melihat hari sabtu malam,

 pemuda nya masih ada yang shalat subuh di masjid

atau setidak nya shalat nya tepat waktu.

asep syapa’at (aktivis dompet duafa)

 

steteamen di atas membuat terhenyak di forum diskusi siang ini, membuat diriku diam sejenak mencari maksud dari pengalan kata-kata di atas. Tapi tak satu pun dari peserta dan termasuk diriku yang hadir mengetahui maksud dari apa yang di sampai kan itu. Dengan tempo rendah beliau mengungkapkan maksud dari apa  yang ia sampai kan tadi. Kenapa harus di lihat dari hari sabtu malam ? karena biasa nya pemuda pada malam itu kebanyakan yang hura-hura. Sehingga shalat subuh pun telat bahkan tidak sama sekali. Terus apa hubungan nya dengan harapan yang ada untuk negeri ini ?  karena perwajahan suatu negeri bisa dilihat dari kondisi dan karakter pemuda yang hidup di negeri tersebut. Terus apa jadi nya kalau pemuda nya kebanyakan yang hura-hura membuang waktu dengan penuh kesia-siaan. Tampa mau berbuat untuk berhubungan dengan langit, bahkan cuek memutuskan hubungan tersebut. Hati kecil ku membenarkan apa yang beliau utarakan. Di sisi lain aku pun bertanya-tanya ? apakah pemuda yang ia maksud aku, dan orang yang ada di ruangan ini? Atau kah harapan itu ada di pundak ku dan pundak-pundak orang yang ada di ruangan ini ? mungkin hati kecil ini bisa dengan jujur menjawab pertanyaan itu.

 

 

Benarkah perwajahan negeri kita saat ini ? wujud dari perwajahan pemuda nya ? mari kita urai lagi tali sejarah kepemudaan itu. Sultan Mahmud II pada usia 22 tahun sudah bisa mengantikan ayahandanya M.ali ash-shalabi. Dan pada usia 24 tahun berhasil menaklukan konstantinopel. Yang memimpin pasukan sekitar 250000 ribu lebih pasukan. Bagaimana dengan Khalid bin walid sejak usia muda nya sudah kelihatan menonjol kepemimpinan nya dari kawan-kawan sepermainan nya. Yang bisa mematahkan kaki umar dan bisa menyusun strategi perang tampa ada yang bisa menandingi nya ?. kita beralih ke salman al-farisi bangsawan persia ini usia 17 tahun nya sudah mampu memimpin para sahabat yang jauh lebih senior dari pada dirinya ? dan motivasi mencari kebenaran dan menegak kebenaran patut di jadikan referensi kita saat ini. Dan masih ada umar bin khatab dan umar bin abdul aziz saking tenar mereka ini organisasi eksternal KAMMI di jadikan sebagai materi daurah marhala II nya sebagai rujukan kepemimpinan saat ini ? memberikan andil yang besar terhadap perkembangan dan kejayaan islam. Selama sepuluh tahun menjabat sebagai khalifa beliau bisa menduduki syiriah, palestina, irak dan mesir yang pada saat itu di pegang oleh Byzantium. Siapa kah sebenar nya mereka ? mereka orang-orang muda yang banyak kontribusi nya untuk islam di masa nya. Hanya cukup sebatas itu, tidak ! masih banyak dan bahkan lebih menggugah. Dan yang paling fenomenal, junjungan kita nabi agung Muhammad saw yang masa keemasan beliau banyak ia lakukan di waktu muda. 12,25 dan 40 tahun. Dari rentang waktu tersebut beliau berhasil membawa peradaban itu hingga detik ini masih bisa kita rasakan kecermelangan islam itu.

 

 

Masih ingat dengan bung hatta ? ya benar, proklamator kita satu ini ternyata di usia 26 tahun di tangkap dan di siding di den hag. Saat itu beliau membacakan pleidoi. Kira-kira isi nya seperti ini. Hanya satu tanah air yang dapat di sebut tanah air ku. Ia berkembang dengan usaha, dan usaha itu adalah usahaku. Sebuah pleidoi yang mencerminkan  prinsip dan kematangan jiwa. Beliau tidak sendiri, yang mengisi masa muda dengan kebaikan. Ada bung tomo yang menyemangati pejuang republic ini. Soekarno sejak 21 tahun telah aktif keorganisasian dan pada usia 41 tahun telah berhasil menjadi orang nomor satu di negeri ini. Siapakah mereka ? mereka adalah orang yang banyak berbuat dan menorehkan cerita manis untuk republic ini.

 

 

Sejak generasi pertama umat ini, sampai ke generasi proses terbentuk nya negara kita ini. Pemuda lah satu-satu nya solusi yang mewujudkan semua itu. Dan semoga kita bisa memetik dari apa yang pernah mereka torehkan di atas, bahkan lebih baik lagi dari mereka perbuat.

 

 

Seseorang yang dalam usia nya yang masih sangat belia,memilikih kematangan dan jiwa kepemimpinan yang luar biasa. Mampu kah untuk kita samai ????seiring dengan kematangan fisik, selayak nya ada kerja-kerja pendewasaan diri yang mulai di kerjakan.

 

 

Bagaimana kah dengan kinerja usia kita sekarang ? apa yang menjadi cerita manis di generasi berikut nya tentang kita ?  sebuah torehan yang di kehidupan sesungguh nya menjadi pemberat amalan kita ? apa-apa saja yang telah kita lakukan untuk agama dan bangsa saat ini ? atau kah kita sudah puas dengan peradabaan saat ini ? sehinggah kita banyak yang tidak bermanfaat yang kita perbuat dari pada manfaat itu sendiri.

 

 

Siklus usia akan menjadi saksi apa yang selama kita perbuat di dunia ini ! termasuk usia muda kita. Tentu nya kita tidak ingin berada di masa tua dengan tidak membawa warisan apa-apa. Tentu juga kita tidak ingin membiarkan rambut hitam kita berubah begitu saja menjadi putih tampa ada bekalan yang banyak. Sungguh ini lah pemuda dan peradabaan itu. Yang tak terpisahkan. Seperti dongeng sebelum tidur kita semasa kecil yang tidak bisa di pisah antara dongeng dengan tidur itu sendiri. Yang kalau kita tidak di dongengan kan kita merajuk dan memilih untuk tidak tidur.

 

 

Usia merupakan pemberian dari allah sesuai permintaan kita,untuk mengisi kehidupan ini. Sepanjang batas waktu itu kita di tuntut untuk mengisi dengan hal-hal yang prosuktif. Batas waktu itu pun juga rahasia untuk kita ketahui.alangkah baik nya sebelum ia tiba kita telah banyak menorehkan sesuatu untuk kehidupan ini.

 

 

Ini lah peran pemuda dalam mewujudkan peradaban itu, yang sering kita menanyakan pada waktu seminar tentang kepemudaan. Yang biasa nya kita pura-pura tidak tahu dengan peran tersebut. Mari kita banyak berbuat kebaikan dengan usia muda yang kita mulai sekarang, karena pemuda adalah sebuah penentuan peradabaan.

 

 

Masa yang akan datang, kewajiban mu lah

Menjadi tangungan mu terhadap nusa……..

Ilmu dan Karakterististik Muslim Itu

Tidak kutemui orang alim, diantara orang alim

kecuali tiga orang. Atha,thawus dan mujahid

#Imam al-Haramain

 

Seorang budak dari habasyah,yang di kuasai oleh perempuan mekkah ini patut di jadikan referensi oleh generasi muslim saat ini. Kesungguhan nya dalam menuntut ilmu membawa diri nya dari seorang budak menjadi seorang yang melebihi raja. Ya….atha bin abi rabah orang nya, semoga kita di pertemukan di surga nya kelak.

 

 

Kesungguhan nya menuntut ilmu lah yang membuat nya terbebaskan dari seorang budak menjadi pribadi yang merdeka. Budak Habibah binti Maisarah bin Abi Hutsaim ini menunjukkan semangat yang mengebu-gebu dalam memdalami dan mencari ilmu. Yang membuat derajat diri nya menjadi tinggi dan di segani.

 

 

Imam Ibnu Abi Laila mengatakan, “Aku pernah berjumpa dengan Atha. Lalu ia menanyakan beberapa hal kepadaku. Maka sahabat-sahabat Atha tercengang keheranan seraya mengatakan, ‘bagaimana mungkin engkau yang bertanya kepadanya?’ Ia menjawab, ‘apa yang kalian herankan? Dia orang yang lebih berilmu daripada saya.”

 

 

Perkataan yang senada pun diucapkan oleh Ibnu Abbas, tatkala ada seseorang yang diutus untuk mengajukan pertanyaan kepadanya, lalu sepupu nabi ini menjawab, “Wahai penduduk Mekah, kalian berkumpul dan meminta fatwa kepadaku padahal di tengah-tengah kalian ada Atha bin Abi Robah.”

 

 

Abu Ja’far Al-Baqir mengatakan “Bertanyalah kalian kepada Atha, dia itu orang yang paling baik di antara kita.” Ia juga menuturkan, “Ambillah (ilmu) dari Atha semampu kalian, karena tidaklah tersisa di muka bumi ini seorang yang lebih mengetahui tentang manasik haji selain Atha.”

 

 

Ini lah pribadi yang di angkat derajat nya oleh ilmu sendiri yang ia kuasai !!!!!!!!!!!!!!. betapa penting dan besar nya peranan ilmu itu untuk seseorang.

 

Ini lah sesungguh nya karakter seorang muslim itu, patut kita teladani dan di jadikan referensi bagi kaum muslim saat ini.

Dalam kondisi zaman saat ini, yang semua nya bisa di kerjakan dengan sekejap mata. Oleh perkembangan ilmu teknologi yang semakin hari semakin cangih. Kian hari kian menantang dan menuntut pribadi kita untuk mengimbangi semua itu, supaya tidak ketinggalan oleh yang ada saat ini.

 

 

Bagi aktivis dakwah saat ini, ini menjadi catatan penting dalam perjalanan dakwa itu sendiri. Oknum ataupun pribadi orang yang mengusung gerakan dakwa itu harus cepat ber penetrasi dengan kondisi zaman saat ini. Supaya dakwa yang di usung bisa di cepat berkembang.

 

 

Semua itu berawal dari ilmu, seberapa besar ilmu yang kita miliki oleh aktivis dakwa saat ini. Seberapa cepat situ juga dakwa kita berkembang.

 

Belajar dari nabi sulaiman, saat proses ratu balqis masuk dan menyatakan diri sebagai bagian dari islam. Itu semua berawal dari kejeniusan nabi sulaiman dengan pesona ilmu dan kecerdasan yang ia miliki yang bisa membuat ratu balqis tunduk dan masuk islam.

 

 

Atha seorang budak masih bisa menyempatkan diri untuk menuntut ilmu. Selepas ia sudah menjadi budak,hidup nya di ngabdikan hanya untuk mencari ilmu, dan dengan ilmu itu ia banyak mennyebarkan agama allah.

 

Dan kita sekarang adalah pribadi yang mardeka tanpa ada satu pun hal yang mengikat untuk menghalangi kita mencari ilmu itu. Belajar dari sulaiman dan atha dan yang lain nya yang mampu berbuat banyak dalam hal kebaikan dengan ilmu yang mereka miliki. Sebagai bekal kita untuk di kehidupan yang akan datang.

 

 

Mari kita sempurnakan karakter kemusliman kita, mulai saat ini untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Dan semoga dengan ilmu yang kita miliki kita bisa member kebaikan terhadap kondisi bangsa, agama dan diri kita sendiri. Berbanggalah menjadi pribadi berilmu karena ilmu merupakan karakter dari seorang muslim.

MESIN PENCETAK GENERASI BANGSA ITU BERNAMA GURU

Sadarkah kita, tetatangga kita yang dulunya pendiam sekarang berubah menjadi nakal, yang dulunya pemalu sekarang berubah menjadi benalu, yang dulunya suka membantu sekarang suka mengganggu? Padahal mereka baru saja tamat dari sekolah mereka. Mengapa mereka tidak menjadi lebih baik? Kitapun tak sedikit melihat anak kecil yang dimasa kecilnya dengan lantang mengucapkan “Aku ingin menjadi dokter!”, “aku ingin menjadi presiden!”, “aku ingin menjadi Astronot!” dan lain sebagai sebagainya.

Ternyata ketika dewasa, mereka mengubah cita-cita mereka. Si calon presiden tadi bahkan menghapus cita-citanya. Boro-boro menjadi presiden, mau cari kerja saja susah katanya. Sang astronotpun tidak lagi mempertahankan cita-citanya. Bahkan berbicara tentang angkasa luarpun tidak pernah ia lakukan, sekarang ia hanya perpikir bagaimana sekripsinya cepat selesai.

Belasan tahun sekolah benar-benar telah merubah mereka. Tapi perubahan apa? Sekolah seharusnya merubah si calon presiden benar-benar menjadi calon presiden yang siap, yang mampu mengenal masalah bangsanya, yang percaya diri, yang mahir berbagai bahasa asing sebagai bekal seorang presiden, yang mampu berkomunikasi dengan baik, dan yang mampu memimpin. Begitu juga dengan calon dokter, astronot dan lain sebagainya, seharusnya sekolah mampu mempersiapkan mereka dan membantu mereka dalam mewujudkan cita-cita mulia mereka. Atau setidaknya sekolah mampu terus menjaga mimpi-mimpi mereka, membakar terus motivasinya, bukan sebaliknya.

Tapi, mengapa sekolah justru memadamkan bara dalam diri setiap anak? Bahkan melahirkan banyak pengangguran, banyak anak nakal, banyak pemuda pesimis, banyak orang pintar yang culas, yang seharusnya memintarkan orang lain tetapi malah membodohi orang lain? Bahkan pemimpin-pemimpin yang korup pun dilahirkan dari sekolah.

Bukankah si anak sebelumnya tidak mengenal kata mencotek? Namun, sekolahlah yang mengajarkannya, sekolah secara tidak sengaja telah mendidik mereka untuk itu. Sehingga lahirlah budaya mencontek berjamaah. Atau setidaknya, pada sekolah kebanyakan tidak ada keseriusan untuk menghapus kebiasaan ini.

Bukankah sebelumnya anak-anak tidak mengenal kata nilai atau skor? Sehingga ketika mereka dulu belajar berjalan, karena mereka betul-betul butuh berjalan. Mereka tak butuh skor berjalan untuk bisa berjalan, bukan? Bukankah merekapun dulu ikhlas dan semangat belajar bersepeda. Karena mereka sadar itu keharusan untuk meraih kesuksesan hidup. Sehingga mereka sangat bersemangat  mempelajarinya. Mereka tak peduli jatuh bangun, tertimpa sepeda, bangun lagi, menabrak pohon, bahkan masuk parit sekalipun. Sebelum sekolah mereka telah diajarkan makna kerja keras, sungguh-sungguh dan arti sebuah mimpi, bukan arti mengejar nilai.

Tapi setelah sang ibu memasukkan mereka ke sekolah. Apa yang terjadi? Perlahan-lahan semangat belajar mandiri mereka padam seiring berjalannya waktu. Kesungguh-sungguhan mereka lenyap karena mereka dipaksa mengejar target kurikulum dan angka. Keceriaan dan kesukarelaan mereka dalam belajar tak membekas karena sekarang sang guru siap menuliskan angka merah, remedial, atau ancaman tidak naik kelas.

Para siswa sekarang duduk manis dikelas dengan penuh kepura-puraan. Mereka bergembira saat loceng berbunyi, seolah-olah terbebas dari belenggu yang berat. Lihat juga ketika perpisahan sekolah terjadi. Itulah saat-saat yang paling membahagiakan mereka. Mereka seakan-akan berkata selamat tinggal ‘penjara’, kami berjanji tidak akan kembali lagi. Bukankah tanda cinta itu tak ingin berpisah? Mengapa mereka malahan sangat gembira ketika perpisahan itu terjadi.

Bukankah seharusnya yang terjadi adalah anak-anak sangat antusias ketika bersekolah, murid bahagia didalam kelas dan ketika ditugasi oleh sang guru. Seharusnya siswa lebih suka membaca daripada jajan, atau seharusnya mereka sedih ketika perpisahan sekolah atau wisuda. Bukannya malah bergembira. Kenapa itu terjadi?

Saat masih kecil, mereka begitu riang gembira ketika masuk sekolah dan bertemu guru-gurunya. Namun seiring meningkatnya level kelas dan pelajaran serta makin bertambahnya usia, belajar semakin menjadi momok yang tidak mengenakkan. Ini semua terjadi karena sistem belajar dan mengajar yang diterapkan selama ini, sistem yang akhirnya mematahkan motivasi siswa.

Ibaratkan sebuah produk, sekolah adalah sebuah pabrik yang akan memproduksi barang-barang yang memiliki kuantitas dan kualitas tinggi yang nantinya produk ini bisa bermanfaat dan bisa digunakan oleh orang banyak. Dan mesin canggih pencetak produk-produk itu berama GURU, mesin inilah yang nantinya akan mencetak generasi-genarasi yang luar biasa, yang mampu memperbaiki kondisi negeri ini, yang mampu mensejahterakan bangsa ini. Jika mesin ini tidak mampu berkerja dengan baik, maka produk yang dihasilkanpun akan buruk dan tidak berkualitas. Dan banyangkan jika setiap sekolah di negeri ini menghasilkan produk-produk yang buruk bahkan tidak berkualitas sama sekali, mau jadi apa negeri ini?

Konon kita butuh sekitar 3 juta guru untuk seluruh negeri ini. Nasib negeri ini ada ditangan mereka. Jika 3 juta guru itu bagus, maka tersenyumlah negeri ini. Namun sebaliknya, jika mereka tidak serius mengajar, maka mala petaka bagi negeri ini. Kini amat teramat sulit bagi kita untuk menemukan sosok seorang guru seperti Annie Sulivan yang mengajari Helen Keller, Pak Kobayashi dalam Toto Chan, atau sosok mulia seperti Bu Muslimah dalam Laskar Pelangi. Guru yang mendengar dengan hati, memahami siswa dengan hati, dan mengajari mereka dengan sepenuh hati.

Namun, fenomena yang terjadi saat ini adalah para guru tidak lagi merasa nyaman didalam kelas. Cita-cita dan misi ideal saat kuliah di kependidikan atau saat penataran tiba-tiba hilang. Predikat ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ terbang entah kemana. Tak banyak lagi guru yang mengajar karena cinta dan sayang pada para muridnya. Saat ini, belajar sudah menjadi ancaman bagi para murid dan mengajar menjadi beban bagi para guru.

Siswa tidak akan memahami pelajaran sampai mereka paham untuk apa mereka mempelajarinya. Dan mereka tidak akan pernah tahu untuk apa suatu pelajaran, sampai ada seorang guru yang memahamkan mereka akan itu. Tapi, apa kenyataannya? Guru matematika lebih sering memaksa siswa untuk mengerti aljabar, aritmatika, dan kalkulus tanpa meraka tahu untuk apa mereka mempelajari itu. Maka jangan heran jutaan pelajar tak mengerti matematika dan ribuan yang tidak lulus ujian akhir walaupun 12 tahun mereka mempelajarinya. Karena kebanyakan mereka tidak tahu dan tidak merasa perlu mempelajari matematika yang ‘rumit’ menurut mereka. Padahal metematika adalah bak kunci yang membuka pintu-pintu dunia ilmu yang lain.

Enam tahun mempelajari bahasa inggris tidak menjamin siswa mengerti bahasa inggris. Karena mereka hanya diajarkan untuk menghafal rumus tenses dan dipaksa menguasai kosakata yang mereka tidak ketahui untuk apa dan kemana akan dipakai. Untuk apa belajar bahasa ini jika seumur hidup harus tinggal dikampung, misalnya?

Bertahun-tahun mempelajari sejarah pun tidak jua membuat mereka memahami sejarah bangsanya. Malahan kebencian akan sejarah yang mereka dapatkan. Mengapa? Karena sepanjang bersekolah, mereka hanya disuruh menghafal ratusan tanggal, tokoh dan peristiwa tanpa tahu apa-apa.

Maka ceritakanlah pada siswa dan bangkitkan motivasi mereka untuk apa mempelajari suatu ilmu. Akhirilah sudah kelas menjadi parade pameran ilmu sang guru semata, tapi ubahlah kelas menjadi lautan motivasi dan generator semangat yang tak pernah padam. Maka bukan sebuah keajiaban jika setelah itu sang murid tak akan berhenti menuntut ilmu yang harus mereka gapai. Bukankah kelebihan sang guru dari murid hanya karena sang guru belajar terlebih dahulu? Maka fungsi guru tak lain hanya memberi tahu jalan yang harus dilalui murid-muridnya, mengapa harus menempuh jalan itu dan apa yang akan diraih jika sukses meniti jalan itu. Itulah guru yang mengajarkan dengan hati.

Guru adalah mesin pencetak yang harus selalu kita asa dan kita latih agar bisa berkerja dengan baik dan nantinya akan mengahasilkan produk yang baik. Seorang guru hasus mengetahui bagaimana cara mengajar dan mendidik dengan baik, cara mentransfer ilmu dengan baik, dan cara melayani ilmu dengan baik. Seorang guru harus memiliki kompetensi yang baik dalam mengajar, karena guru adalah sarana atau jalan bagi seorang murid dalam meraih pengetahuan-pengetahuan yang kelak akan mereka gunakan untuk kehidupan mereka kedepannya.

Wahai guru, genarasi masa depan bangsa ini sedang duduk dihadapan Anda. Mereka ibarat sebuah gelas yang siap diisi dengan air oleh sang guru. Dan guru ibaratakan sebuah ceret air, jika cara menuangkan air kedala gelas itu salah atau kurang tepat, maka air itu tidak akan masuk kedalam gelas-gelas tersebut. Atau ceret tersebut hanya memiliki sedikit air bahkan tidak ada air sedikitpun, apa yang akan ceret tuangkan kedalam gelas-gelas itu. Semuanya tergantung dengan sang guru. Wahai guru, apakah kita akan membangun atau menghangcurkan negeri ini dengan didikan kita kepada generasi penerus bangsa ini?

Menjadi seorang guru memang mudah. Namun, menjadi seorang guru yang profesional dan dirindu tidak semudah yang dibayangkan. Sungguh, orang yang mendidik anak-anak dengan kesungguhan paling berhak mendapatkan penghargaan dan penghormatan. Dia adalah sang guru. Dialah penyebab kemenangan atau kekalahan negeri ini dalam suatu pertempuran.

 

 

Referensi:

Buku Keajaiban Belajar dan Menjadi Guru yang di Rindu

ikhwan GANTENG

Bagaimanakah seharusnya ikhwan selaku partner da’wah akhwat? Setidaknya ada tujuh point yang patut kita jadikan catatan dan tanamkan dalam kaderisasi pembinaan ADK, yaitu GANTENG (Gesit, Atensi, No reason, Tanggap, Empati, Nahkoda, Gentle). Beberapa kisah tentang ikhwan yang tidak GANTENG, akan dipaparkan pula di bawah ini.

 Image

 

(G) Gesit dalam da’wah

Da’wah selalu berubah dan membutuhkan kegesitan atau gerak cepat dari para aktivisnya. Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda’wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi.

 

(A) Atensi pada jundi

Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum. Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan.., nih ikhwan pada kemana? “Duh.., ikhwan ngga’ liat-liat ke belakang apa ya?” Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan.

 

(N) No reason, demi menolong

Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki oleh aktivis. Contoh kisah kurangnya sifat menolong adalah saat ada acara buka puasa bersama anak yatim. Panitia sibuk mempersiapkannya. Untuk divisi akhwat, membantu antar departemen dan antar sie adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Para akhwat ini kemudian meminta tolong seorang ikhwan untuk memasang spanduk. “Afwan ya…, amanah ane di panitia kan cuma mindahin karpet ini…,” jawab sang ikhwan sambil berlalu begitu saja karena menganggap tugas itu bukanlah amanahnya.

 

(T) Tanggap dengan masalah

Permasalahan da’wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Sebuah kisah, adanya muslimah yang akan murtad akibat kristenisasi di sebuah kampus. Aktivis akhwat yang mengetahui hal ini, menceritakannya pada seorang ikhwan yang ternyata adalah qiyadahnya. Sang ikhwan ini dengan tanggap segera merespon dan menghubungi ikhwan yang lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan pemurtadan.

Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. Di sebuah perjalanan, para akhwat memiliki hajat untuk mengunjungi sebuah lokasi. Mereka kemudian menyampaikannya kepada ikhwan yang notabene adalah sang qiyadah. Sambil mengangguk-angguk, sang ikhwan menjawab, “Mmmm….” “Lho… terus gimana? Kok cuma “mmmmm”…” tanya para akhwat bingung. Sama sekali tidak ada reaksi dari sang ikhwan. “Aduh… gimana sih….” Para akhwat menjadi senewen.

 

(E) Empati

Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi.

Contoh kisah tentang kurang empatinya ikhwan adalah dalam sebuah perjalanan luar kota dengan menaiki bis. Saat telah tiba di tempat, ikhwan-akhwat yang berjumlah lima belas orang ini segera turun dari bis. Dan bis itu melaju kembali. Para akhwat sesaat saling berpandangan karena baru menyadari bahwa mereka kekurangan satu personel akhwat, alias, tertinggal di bis! Sontak saja para akhwat ini dengan panik, berlari dan mengejar bis. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikhwan, mereka hanya berdiri di tempat dan dengan tenang berkata, “Nanti juga balik lagi akhwatnya.”

 

(N) Nahkoda yang handal

Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ia adalah nahkoda kapal. Lantas bagaimanakah bila sang nahkoda tak bergerak? Alkisah, tentang baru terbentuknya kepengurusan rohis. Tunggu punya tunggu…, hari berganti hari, minggu berganti minggu, ternyata para ikhwan yang notanebe adalah para ketua departemen, tak kunjung menghubungi akhwat. Akhirnya, karena sudah “gatal” ingin segera gerak cepat beraksi dalam da’wah, para akhwat berinisiatif untuk “menggedor” ikhwan, menghubungi dan menanyakan kapan akan diadakan rapat rutin koordinasi.

 

(G) Gentle

Bersikap jantan atau gentle, sudah seharusnya dimiliki oleh kaum Adam, apatah lagi aktivis. Tentu sebagai Jundullah (Tentara Allah) keberaniannya adalah di atas rata-rata manusia pada umumnya. Namun tidak tercermin demikian pada kisah ini. Sebuah kisah perjalanan rihlah. Rombongan ikhwan dan akhwat ada dalam satu bis. Ikhwan di depan dan akhwat di belakang. Beberapa akhwat sudah setengah mengantuk dalam perjalanan. Tiba-tiba bis berhenti dan mengeluarkan asap. Para ikhwan segera berhamburan keluar dari bis. Tinggallah para akhwat di dalam bis yang kelimpungan. “Ada apa nih?” tanya para akhwat. Saat para akhwat menyadari adanya asap, barulah mereka ikut berhamburan keluar. “Kok ikhwan ninggalin gitu aja…” ujar seorang akhwat dengan kecewa.

 

 

Penutup

Fenomena ketidak-GANTENG-an ikhwan ini, akan dapat berpengaruh pada kinerja da’wah. Ikhwan dan akhwat adalah partner da’wah yang senantiasa harus saling berkoordinasi. Masing-masing ikhwan dan akhwat memang mempunyai kesibukannya sendiri, namun ikhwan dilebihkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu sebagai pemimpin. Sehingga wajar saja bila yang dipimpin terkadang mengandalkan dan mengharapkan sang qawwam ini bisa jauh lebih gesit dalam berda’wah (G), perhatian kepada jundinya (A), tidak banyak alasan dalam menolong (N), tanggap dalam masalah (T), empati pada jundi (E), menjadi nahkoda yang handal (N) dan mampu memberikan perlindungan (G). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)…” (QS. An-Nisa’:34).

Kita harapkan, semoga semakin banyak lagi ikhwan-ikhwan GANTENG yang menjadi qiyadah sekaligus partner akhwat. Senantiasa berkoordinasi. Ukhuwah di dunia, dan di akhirat. Amiin.