Produk Transaksi Politik

Nama sebagian orang sangat penting,bagaimana tidak nama adalah simbol,ciri tanda implementasi dari sebuah kekuatan,wibawa dan sebagainya, karena nama yang baik memberikan pengaruh yang baik pula,karena nama yang baik memberikan kekuatan pada yang punya. Karena nama yang baik adalah wujud dari dirinya.

Namun ada juga yang berpendapatapa arti dari sebuah nama,ia tak lebih dari formalitas belaka dan bahkan wujud dari procedural dan tanpa mengangu substansial isi yang di dalam.

Bagaimana fenomena perubahan nama?? kita ambil contoh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) nama semula berganti menjadi DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa). DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) nama semula berganti SEMA (Senat Mahasiswa).

Dalam konteks ini nama di atas mempunyai wibawa dan kekuatannya masing-masing. Dan memiliki aturan yang masing-masing pula. Dalam kondisi ini arti dari sebuah nama condong ke pengertian yang awal kita defenisikan. Tapi bagaimana kalau dari nama di atas aturan mainnya ikut digabungkan demi memaksakan keinginan yang condong kepada memaksakan aturan mainnya ??

Wajah Baru Pemerintahan Mahasiswa

 

Ada yang berbeda di dalam pemerintahan mahasiswa IAIN 2013. Yang semula keorganisasian di tataran institute ranah eksekutif bernama BEM kini berganti menjadi DEMA. Di ranah legislatifnya yang semula bernama DPM kini berganti SEMA. Di tataran fakultas pun terjadi perubahan juga sama halnya seperti di institut. Hanya di tataran jurusan yang tidak terjadi perubahan.

Perubahan ini tak terlepas dari pengaruh dan kinerja DPM dan rektorat bidang kemahasiswaan. DPM melalui paripurna memutuskan adanya pergantian nama di pemerintahan mahasiswa.Pergantian ini di nilai oleh kalangan tak berlandasankan aturan dan kondisi kekinian  mahasiswa.

BEM, DPM dan yang lainnya mempunyai aturan sendiri yang disepakti di ranah legislative mahasiswa. Aturan inidi buat dan di sepakti melalui paripurna legislative tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Senat dan Dema juga mempunyai aturan juga yang dibuat dan disepakti oleh forum PR III IAIN se-Indonesia.

Lalu di mana letak korelasi keduanya bisa bergabung ?? mungkinkah ada kejahatan pemerintahan mahasiswa dengan pihak rektorat deal-dealan dalam memuluskan pergantian ini. Ataupun sama sama mempunyai kepentingan. Entahlah yang jelas pergantian wajah pemerintahan mahasiswa benar benar berganti.

Drama dari para Lakon

 

Tahta kepemimpinan kampus ditentukan oleh pertarungan demokrasi para pelakunya yang populer kita sebut dengan pemilu raya mahasiswa. Di mana masyarakat kampus memiliki hak paling tinggi dalam menentukan nakhoda kepemimpinan.

Pelembagaan kepentingan politik mahasiswa dalam format Negara mahasiswa merupaka wadah tempat belajarnya mahasiswa dalam melakoni peran sebagai negerawan kampus. Supaya bisa belajar yang benar demi terbentuknya mental negerawan sunguhan,dan mempertajam nilai-nilai kepemimpinan.

Namun apa jadinya kalau para pelaku tak berani walau sekedar saling kritik, beradu konsep, bernarasi demi terlahirnya sesuatu yang dinamis. Ini terbukti dengan terjadinya perubahan dalam pemerintahan mahasiswa.

Lucu memang drama kali ini, Dema dan senat dalam teorinya dalam menentukan pemimpinnya di tentukan oleh keterwakilan mahasiswa yang sesuai kapasitas jumlah mahasiswa di jurusannya masing – masing. Contoh mahasiswa 100 orang bisa di wakili oleh satu orang. Dan seterusnya. Dan dalam struktur organisasinya juga pemerintahan mahasiswa langsung dihubungkan oleh garis structural dengan rektorat. Bukan garis kordinasi. Ini lah yang membuat wujud pelemahan gerakan mahasiswa. Tapi ini secara teorinya.

Sedangkan BEM dan DPM memang murni di tentukan perorangan mahasiswa. Dan garis strukturnya dengan rektorat hanya bersifat kordinasi. Dan ini jelas menampakan kekuatan bagi pemerintahan mahasiswa,

Entah dari mana rumusnya nama pemerintahan mahasiswa berganti tapi dengan catatan pakai aturan lama yaitu ormawa mahasiswa. Legislative mahasiswa tak mampu mempertahankan nama yang sudah ada. Terkesan tarik ulur dengan rektorat menghasilkan produk politik transaksi.Kita sadar dengan kepentingan temen temen mahasiswa tapi ketika kepentingan bermuara ke kurang gregetnya gerakan mahasiswa maka kita pun tidak bisa menerima semua ini.

Tahun ini hanya nama, besok dan tahun tahun berikutnya bisa jadi aturan mahasiswa yang di kadalin oleh penguasa. Pekerjaan rumah besar bagi para pelaku yang mengendalikan roda kepemimpinan mahasiswa untuk mencegah semua itu.

Dan terlepas dari apapun namanya kita menolak adanya transaksi politik demi kepentingan beberapa orang. Di era 2013 ini kita jaga sama sama nilai kritis mahasiswa jangan sampai menghasilkan produk hasil transaksi yang berlandaskan asas kepentingan golongan. Mari menghasilkan produk yang dari hasil kita mendalami kondisi kampus yang sebenarnya. Masih ada waktu berbuat demi mengembalikan hal yang sebenarnya. Sebelum masyarakat menyatakan enggan terhadap kepemimpinan kita.

Iklan

RISALAH PERGERAKAN PEMUDA ISLAM

Dalam buku Risalah Pergerakan Pemuda Islam ini dibagi menjadi 14 Pasal, yaitu sebagai berikut.

1. Pasal I : Problematika Ummat, Dulu dan Kini.
2. Pasal II : Peranan Amal Thullabi dalam kebangkitan ummat dan
kepeloporannya dalam kemajuan ummat.
3. Pasal III : Siyasat (Kebijakan) Amal Thullabi yang mengontrol
gerakannya dan mengarahkannya ke arah yang benar.
4. Pasal IV : Ahdaf (Sasaran) Amal Thullabi di semua tingkatan
ditambah dengan sarana-sarananya yang beragam dan dibahas secara rinci yang meletakkan pembaca di awal perjalanan gerakan.
5. Pasal V : Kelembagaan Amal Thullabi: Lembaga
Kemahasiswaan, Ikatan Keluarga Mahasiswa, dan Kelompok Lintas Desa/Kepanduan, mencakup tujuannya, kegiatannya, dan bagaimana mengelolanya.
6. Pasal VI : Bidang Garapan Amal Thullabi, dibahas mendetil yang
mencakup aktivitas amal thullabi di SLTA, kampus, ma’had, pertukaran pelajar, asrama pelajar/mahasiswa, aktivitas bersama mahasiswi, dan da’wah di tengah para dosen.
7. Pasal VII : Tarbiyah dalam Amal Thullabi: karakteristiknya,
peranannya dalam menyatukan pemahaman, metode terpadu bagi tarbiyah siyasiyyah, peran pembahasan serta kajian dalam tarbiyah, dan terakhir adab seorang pelajar/mahasiswa terhadap Rabb-nya, dirinya, dan masyarakatnya.
8. Pasal VIII : Manajemen Amal Thullabi, membahas prinsip-prinsip
umumnya.
9. Pasal IX : Pelatihan dalam Amal Thullabi: urgensinya,
bagaimana proses pelatihan, peta pelatihan, dan ulasan singkat tentang puluhan materi pelatihan.
10. Pasal X : Media Massa dalam Amal Thullabi.
11. Pasal XI : Amal Thullabi dan Lembaga-lembaga di Masyarakat,
di antaranya: masjid, klub-klub, organisasi profesi, partai, dan NGO (Non Government Organi^ation).
12. Pasal XII : Tantangan Masa Depan: mencakup gambaran umum
tentangnya, aktivitas da’wah di situasi sulit, dan bagaimana menjaga kesinambungan generasi.
13. Pasal XIII : Pengalaman-pengalaman Penting dalam Amal
Thullabi, seperti: Lembaga Independen, Cikal Bakal Pemimpin Masa Depan, dan Forum Dialog Intelektual.
14. Pasal XIV : Amal Thullabi dan Sejarah: memberikan gambaran
kepada pembaca tentang sejarah Amal Thullabi di beberapa negara sebagai contoh gerakan, kemudian dibahas beberapa momen-momen sejarah yang penting seperti: Hari Al-Quds, dan Hari Pelajar/ Mahasiswa Sedunia.